Sejumlah Aset Desa Kehilangan Fungsi

  • Whatsapp
ASET: Warga berada di salah satu tanah percaton milik desa yang dinilai kehilangan fungsi.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pengelolaan aset desa di Kabupaten Sumenep, khususnya di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan belum dilakukan dengan maksimal. Akibatnya, sejumlah potensi yang bernilai aset dan menjadi salah satu sumber penghasilan desa belum sepenuhnya dapat dipetik oleh desa.

Sebagaimana dijelaskan oleh Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karduluk Moh Dahlan, pengelolaan aset Desa Karduluk tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Sehingga hasil yang merupakan salah satu sumber pendapatan desa tidak dapat terserap oleh desa.

Dahlan menjelaskan, seandainya tanah milik desa itu disewakan, setidaknya diperjelas akadnya, maka pendapat desa akan meningkat. Dia mencontohkan pengelolaan tanah percaton di di desa lain, dimana tanah kas desa itu benar-benar difungsikan dengan disewakelolakan ke warga desa lain. Selain peruntukannya dan pendapatannya jelas, setidaknya pengelolaan itu bisa mengurangi pengangguran.

“Banyak aset yang bisa dimaksimalkan, misalnya tanah percaton milik Desa Karduluk sangat luas, coba tanah itu disewakan, misalnya berapa satu tahun, kan jelas manfaatnya,” ,” katanya, Minggu (9/6).

Selain tanah percaton, dikatakan Dahlan, aset desa sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016, pasal 1 angka 5 merupakan barang milik desa atau yang berasal dari kekayaan asli milik desa, dibeli atau diperoleh atas beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) atau perolehan Hak lainnya yang sah.

Jika dikaitkan dengan regulasi itu, selain tanah percaton, Desa Karduluk bisa menambah aset melalui penarikan retribusi terhadap pengusaha mesin pemotong kayu. Pasalnya, di desa tersebut mesin yang digunakan untuk mengatur tebal tipisnya kayu yang akan dipotong cukup banyak.

Jika para pengusaha alat pemotong kayu itu dimintai retribusi, kemudian hasil retribusi itu dijelaskan secara detail berapa aset desa yang diperoleh dari penarikan retribusi itu setiap tahun, maka pendapatan desa dipastikan akan bertambah.

“Juga para pengusaha somil. Coba dimintai uang karcis, lima ribu misalnya setiap hari, kan itu juga termasuk aset,” jelasnya.

Dia berharap semua pihak bisa bahu-membahu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Desa Karduluk melalui pemanfaatan aset desa sesuai dengan fungsi yang dimiliki oleh masing-masing aset desa tersebut. (km48/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *