Sejumlah Orang Pegang Segepok ATM KKS, Diduga Makelar Bansos

News1,833 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Sejumlah oknum yang diduga makelar bantuan sosial (bansos) ketahuan sedang memegang segepok kartu ATM kartu keluarga sejahtera (KKS) yang diduga sedang mencairkan dana di salah satu mesin ATM di Bank BRI di Sampang.

Informasi yang dirangkum Kabar Madura, seorang pria dan tiga wanita sedang melakukan transaksi di mesin ATM BRI Sampang. Masing-masing oknum itu terlihat memegang kartu KKS segepok dengan jumlah yang tidak tidak sama, ada yang memegang lebih dari lima bahkan ada yang sampai segenggam tangan pada beberapa waktu lalu.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Salah seorang saksi kejadian itu, Achmad, warga Kecamatan Camplong,  menceritakan bahwa saat sedang melakukan transaksi juga mesin ATM BRI Sampang pada Senin, (17/7/2023) lalu, terlihat sejumlah oknum yang memegang kartu ATM KKS itu saat ditegur warga yang antre juga. Sejumlah orang itu tidak bicara apa-apa dan langsung keluar dari mesin ATM begitu saja.

“Saya merasa heran, kok ada warga sampai pegang dan mencairkan ATM KKS hingga segepok itu, saya curiga kejadian ini adalah salah satu bentuk penyimpangan bansos, ini adalah tindakan makelar bansos, padahal ATM ini harusnya dipegang dan haknya masing-masing KPM-nya,” ungkap Ahmad saat ditanya awak media.

Baca Juga:  Abaikan Koordinasi Cabup-Cawabup Pamekasan, Fokus Peningkatan Suara Partai

Menurutnya, proses pendistribusian KKS yang baik itu harusnya diterima langsung oleh KPM, bukan kartu ATM itu bisa dipegang dan diakomodir pihak lain, satu orang bisa pegang lebih dari lima kartu. Dia menduga ada praktik pungli yang ujung-ujungnya meminta imbalan kepada KPM atau memang KPM tidak mengetahui kalau dirinya sebagai penerima bansos.

Atas kejadian itu, pihaknya meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos PPPA) Sampang untuk segera menelusuri dan bertindak, karena tindakan makelar itu berpotensi bisa merugikan KPM bansos.

“Kami berharap penanggung jawab dan pihak penyalur bansos seperti Dinsos PPA Sampang, Bank BRI, dan PT Pos harus menelusuri orang-orang itu agar pencairan bantuan berjalan sebagaimana mestinya dan tidak sampai terjadi penyimpangan bansos,” harapnya.

Ahmad mengaku sempat menanyakan asal usul seorang pria dan wanita yang ketahuan memegang segepok ATM KKS itu, ketika sama-sama mengantre di mesin ATM tersebut. Bahkan sempat ditanyakan kepemilikan kartu ATM itu, lalu mereka mengaku berasal dari desa yang berbeda, ada yang dari desa Jrangoan, Desa Blu’uran, dan Pekalongan, Sampang.

Baca Juga:  11 Desa di Sumenep Dinyatakan Rawan Kasus Stunting 

“Ketika saya tanya berasal dari mana saja, mereka mengaku dari daerah yang berbeda, saat itu saya pura-pura tanya kepada mereka, dan mereka bilang kartu itu milik sepupunya,” timpalnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos PPPA  Sampang Mohammad Fadeli berjanji akan menelusuri soal kejadian tersebut. Bahkan, pihaknya mengaku kejadian itu menjadi atensi instansinya, kendati kartu itu belum jelas untuk BPNT atau PKH dengan harapan agar tidak ada oknum yang bertindak merugikan penerima manfaat bansos di wilayahnya.

Sebelumnya, Fadeli meminta agar dikirimi foto seseorang yang sedang memegang kartu ATM KKS segepok tersebut untuk ditelusuri dan mempermudah proses klarifikasi kejadian itu.

“Kami akan perintahkan teman-teman pendamping untuk mencari orang dimaksud ini. Kejadian ini menjadi atensi bagi kami, segera kita tidak lanjutin,” terangnya.

Pewarta: Subhan

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar