Sejumlah Perusahaan di Sampang Terancam Ditutup

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) WARNING: Sejumlah perusahaan di Kabupaten Sampang belum menyalurkan program Corporate Social Responsibility (CSR). 

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Sejumlah perusahaan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Salah satu indikasinya, puluhan perusahaan belum melakukan kewajibannya. Yakni, merealisasikan Corporate Social Responsibility (CSR). Dari 130 perusahaan di daerah yang identik dengan slogan kota bahari hanya  sebagian kecil yang merealisasikan program CSR.

Itupun,  setelah pemerintah melakukan koordinasi aktif dengan sejumlah perusahaan besar. Bahkan, hanya 30 persen dari jumlah total perusahaan yang menjalankan program CSR. Sisanya, 70 persen perusahaan masih belum merealisasikan program tersebut. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Sampang Yuliadi Setiawan, Rabu (15/9/2021).

Menurutnya, perusahaan yang tercatat sudah merealisasikan CSR masih terhitung  jari. Seperti perusahaan migas yang beroperasi di Sampang, perbankan, dan se jumah perusahaan besar lainnya. Sedangkan perusahaan lain masih belum, meski tidak semua perusahaan yang tercatat produktif di Sampang.

“Yang merealisasikan CSR masih sedikit. Itupun setelah kami melakukan penekanan. Sebelumnya hampir tidak ada yang merealisasikannya selain perusahaan migas,” ujarnya.

Pihaknya mengaku, saat ini masih melakukan upaya koordinasi dengan sejumlah perusahaan lain. Sehingga, daftar perusahaan yang melaksanakan CSR bertambah. Hasilnya, akan berdampak pada masyarakat secara langsung.  “Sejak dua tahun terakhir, semua perusahaan yang produktif diwajibkan merealisasikan CSR. Karena hal itu merupakan perintah Bupati Sampang Slamet Junaidi,” ucapnya.

Selama ini, pemerintah belum menetapkan bentuk program CSR kepada perusahaan. Namun, pemerintah lebih menekankan pada pelaksanaan. Sehingga, seperti apapun bentuknya terpenting perusahaan merealisasikan anggaran CSR. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pemerintah  menghentikan operasi perusahaan.  Sebab, tidak memberikan kontribusi kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

“CSR sudah menjadi kewajiban perusahaan. Masalah dibuat apa itu terserah mereka. Makanya, kami berharap semua perusahaan sportif dalam urusan ini,” tandasnya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *