oleh

Sekampung Memodernisasi Cara Beternak, Cukup Pelihara Sapi dalam Enam Bulan

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Tekun dalam menjalani usaha secara turun temurun, menjadi cara wargaDesa Tolbuk, Arosbaya, Bangkalan untuk membangun gerakan usaha positif untuk desa. Pengembangan usaha penggemukan sapi, dilakukan secara berkelompok semua warga desa tersebut. Jika dihitung,ada sekitar 350 ekor sapi yang ditangani.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

Usaha penggemukan sapi pada umumnya oleh para peternak. Tetapi bagi warga Desa Tolbuk, sapi yang digemukkan harus memiliki skema penjualan yang terjadwal. Sehingga dapat menjadi pekerjaan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Hampir setiap kandang disetiap rumah berisi 5 sampai 8sapi. Bahkan populasinya lebih banyak daripada sapi betina. Dalam sekali penjualan, keuntungan peternak dapat mencapai Rp1 hingga Rp3 juta. Sebulan bisa menjual 3 sampai 7 ekor sapi.

Salah satu peternak, Nurul Huda mengutarakan bahwa program peternakan sapi yang dikembangkan oleh warga dulunya bersifat konvensional. Kemudian dikembangkan lebih modern dengan menberikan pakan secara disiplin dan teratur. Sehingga bisa mendapat hasil sesuai dengan perencanaan.

Bahkan, sapi bisa dijual cukup dalam jangka waktu enam bulan.Jika sebelumnya mereka menjual sapi saat ada kebutuhan mendesak, kali ini mereka menjadikan ternak sapi sebagaiwirausaha yang menjanjikan.

Kendati begitu, peternak masih mempertahankan tumbuhan hijauan untuk pakan sapi.Ada juga yang melalui proses pencacahan agar mudah dicerna.

“Olahan pakan ini sebenarnya memiliki pengaruh kecil, asalkan pemilik rutin memberikan pakan, bisa saja sapi cepat gemuk,” papar Huda mengungkap rahasianya kepada Kabar Madura, Selasa (9/3/2021).

Namun diakui, usaha tersebut butuh sosialisasi lebih masif kepada masyarakat, karena berkaitan dengan perubahan pola pikir. Yang dilakukan warga di Desa Tolbuk, tegas Huda, menjadi bukti dan contoh bahwa usaha di bidang peternakan juga memiliki keuntungan yang menggiurkan.

”Kami ingin membuktikan bahwa beternak bukanlah bisnis yang bisa disepelekan, jika serius, maka hasilnya bisa saja menjanjikan,” cerita Huda.

Sedangkan menurut Ketua Koperasi Madura Multifarm Agro, Sulhan Badri, yang terpenting dalam usaha penggemukan sapi yakni manajemen pakan dan pengolahan bibit pakan yang sesuai.

“Kalau bisa melakukannya sesuai dengan teknis yang direncanakan, insya Allah ini akan menguntungkan,” tegas Sulhan. (waw)

Komentar

News Feed