Sekda Sampang Akui Dampak Covid-19, Pembangunan Lamban

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) PAPARKAN: Sekda Sampang akui beberapa program pembangunan terkendala covid-19.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Proses pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Sampang dinilai tidak berjalan mulus. Beberapa anggaran pembangunan masih terkendala wabah Covid-19. Sehingga tidak menutup kemungkinan ada sejumlah program yang pengerjaanya harus ditunda pada tahun berikutnya.

Hal tersebut diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan kepada Kabar Madura. Dikatakan, jika beberapa program pembangunan tidak berjalan sesuai rencana. Terutama akibat dampak refocusing. Sehingga beberapa program pembangunan tidak bisa digelar tahun ini.

Bacaan Lainnya

“Pasti ada dampak dari adanya wabah Covid-19. Terutama soal pos anggaran. Termasuk proses pekerjaan yang sempat terkendala aturan covid,” katanya.

Namun, kendati demikian, pemerintah Sampang tidak tinggal diam. Sejumlah pembangunan tetap berusaha dilaksanakan. Sehingga dinilai, dampak adanya refocusing tidak terlalu besar. Hal itu diakuinya hampir semua pekerjaan bisa dilaksanakan di akhir tahun.

“Bupati Sampang Slamet Junaidi sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk tetap menggelar pekerjaan pembangunan di akhir tahun,” ucapnya.

Dia menjelaskan, hanya sebagian saja program pembangunan tidak bisa digelar. Pemerintah Sampang diakui tetap berupaya  memaksimalkan perencanaan sesuai APBD tahun 2020. Salah satunya terobosan kegiatan fisik Rp12 miliar yang digelar dengan proses padat karya.

“Yang tidak bisa digelar tahun ini sudah dimasukkan ke perencanaan pembangunan tahun depan,” terangnya.

Laki-laki yang akrab disapa Wawan itu mengutarakan, jika tahun depan anggaran lebih difokuskan pada pembangunan fisik. Terutama pembangunan jalan. Salah satunya beberapa ruas jalan di wilayah pantura. Ditargetkan, perbaikan jalan untuk menunjang kemajuan ekonomi masyarakat.

Selain itu, dalam anggaran itu juga akan dilakukan percepatan pembangunan sport centre. Sehingga, tahun depan mulai dibangun dan dibenahi. Selanjutnya dua tahun lagi fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan. (man/mam)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *