oleh

Sekeluarga di Pamekasan Berbarengan Terinfeksi Covid-19

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Satu keluarga di Jalan Jembatan Baru, Pamekasan dinyatakan terinfeksi Covid-19.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah dr. H Slamet Martodrdjo (RSUD SMart) Pamekasan dr. Syaiful Hidayat mengatakan, kepala keluarganya beinisial Q (57) sebelumnya telah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19, bahkan telah dirawat di RSUD SMart selama tiga pekan.

Baru-baru ini, anak dari Q, yaitu RF, laki-laki 23 tahun,  AM laki-laki usia 15 tahun, MJA laki-laki usia 18 tahun, MR perempuan usia 24 tahun juga dikonfirmasi terinfeksi Covid-19.

Sementara itu, istri dan satu lagi anak dari Q yang sebelumnya telah dinyatakan berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), hasil tes swab tenggorokannya dinyatakan bersih dari Covid-19.

Sejauh ini, RSUD SMart Pamekasan tengah merawat sebanyak 20 orang pasien, dengan rincian 19 orang terinfeksi Covid-19 dan satu orang PDP.

“Dari hasil tracing, keluarganya empat orang positif anak-anaknya, sementara istrinya dan salah satu anaknya lagi sudah diswab hasilnya negatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Achmad Marsuki mengaku, pihaknya telah menindaklanjutinya dan telah melacak seluruh anggota keluargadan rekan-rekan kerjanya. Dari hasil pelacakan tersebut, tidak ditemukan orang dalam pemantauan (ODP) maupun PDP.

“Kami sudah menindaklanjutinya, tracing sudah kami lakukan kepada seluruh anggota keluarganya, bahkan kantornya juga kami tracing, tetapi hasilnya nihil, tidak ditemukan PDP,” ulasnya.

Marsuki berharap, masyarakat Pamekasan sudah mulai bisa beradaptasi dengan kedisiplinan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 sebelum Pamekasan benar-benar siap memasuki era baru atau yang disebut new normal.

Menurutnya, dengan new normal, masyarakat harus lebih waspada dan disiplin, sebab risiko terpapar Covid-19 semakin besar.

“Harus disiplin mengikuti protokol kesehatan, jika tidak maka dengan new normal akan semakin memperburuk keadaan, harus disiplin ikuti protokol kesehatan, saya ulangi, harus disiplin,” tegasnya.

Sementara Kepala Puskesmas Kowel Siswanto Pabidang mengaku, pihaknya selalu sigap dalam melacakan kepada warga yang terpapar Covid-19, keluarga Q diakuinya tidak luput dari pemantauannya. Bahkan pihaknya menanganinya hingga pasien dilakukan tes swab dan diantar ke rumah sakit rujukan.

“Jika ternyata mereka sudah saling tertular dalam rumah, maka isolasi dapat dilakukan di rumah tersebut apabila tidak ada gejala. Tetapi bila ada gejala dan gejala semakin berat maka harus isolasi di RS,” ulasnya. (ali/waw)

Komentar

News Feed