Sekertaris Disdik Sumenep:  Penerapan Hanya 50%, PTM Tidak Maksimal

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERLANJUT: Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Keris tidak temukan kendala.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Hingga saat ini, penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Keris tetap berjalan. Sebab, selama ini tidak temukan kendala. Bahkan, salah satu siswa menyebut lebih efektif menerapkan PTM. Alasannya, lebih memahami terhadap mata pelajaran (mapel).

Putri, Siswi MTsN II Sumenep mengakui PTM lebih maksimal. Sebab, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) sangat sulit untuk menangkap materi yang disampaikan gurunya. “Lebih senang sakarang (PTM), sangat mudah untuk mendapatkan materi dari guru,” katanya, Senin (1/2/2020)

Bacaan Lainnya

Selain itu, siswi yang saat ini duduk di kelas VIII A itu, sangat senang karena dapat bermain dengan teman-temannya disaat istirahat. Terlebih pada waktu bertukar pendapat di kelas. “Tambah nambah wawasan gitu mas,” paparnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Mohammad Saidi mengatakan, PTM di Sumenep tidak maksimal. Sebab, penerapannya hanya 50 persen. Tetapi, di sisi lain, siswa dapat melaksanakan PTM sebaik mungkin dengan penerapan protokol kesehatan. “Selama pelaksanaan PTM tidak ada satu pun siswa maupun guru yang menyalahi aturan,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Kabid Pemetaan dan Suvervisi Mutu Pendidikan (PSMP) itu.

Saidi menjelaskan, PTM dapat membuat siswa rajin belajar. Sebab, selama PJJ siswa banyak yang nakal menjadi lebih giat  belajar.  Pembelajaran via online itu sangat pasif.  “Banyak orang tua yang tidak mampu mendampingi siswanya dalam PJJ, khususnya di pedesaan. Jadi, penerapan PTM sangat efektif,” ujar dia.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengutarakan, perkembangan PTM saat ini tidak ada masalah. Bahkan, dirinya terus melakukan pemantauan terhadap masing-masing sekolah. “Pelaksanaan PTM tetap berlanjut nanti akhir Februari 2021 akan dievaluasi,” ucap mantan Kepala SMAN 1 Sumenep itu.

Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Zainurrosi mengatakan, Penerapan PTM di lembaga pendidikan di bawah naungan Kementrian Keagamaan (Kemenag) Sumenep berjalan sesuai aturan. Harapannya, pelaksanaan berlangsung seterusnya, hingga PTM dilakukan 100 persen. “Semua siswa dan siswi tidak mengalami masalah dalam penerapan PTM,” tutur dia

Kepala SMAN 1 Sumenep Sukarman mengatakan, pelaksanaan PTM sangat diperketat untuk mematuhi protokol Covid-19. Berdasarkan, rapat koordinasi (rakor) bersama masing-masing kepala sekolah yang dipimpin oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin, PTM dibatasi masing-masing sekolah maksima 18 siswa per kelas.

“Alhamdulillah di SMAN 1 Sumenep, berjalan sesuai harapan dan sudah mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya. (imd/km58)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *