oleh

Sekkab Sumenep Janji Perjuangkan Harga Garam

KABARMADURA.ID, Sumenep – Rendahnya harga garam mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Salah satu dasarnya, Bupati Abuya Busyro Karim sudah bertemu dengan direktur PT Garam serta perusahaan garam. Hal tersebut diungkapkan, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep, Edy Rasiadi, Kamis (12/11/2020).

Menurutnya, bupati bersama PT Garam akan menemui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Mereka akan membahas tentang peningkatan harga pokok penjualan (HPP) garam. Rencana tersebut, didasari pada saat pemkab melakukan video konpers (vidkon) dengan kementerian. “Insyaallah dalam waktu dekat ini, bupati segera menemui KKP,” ujarnya.

Dia menegaskan harga tersebut tentunya akan diusahakan kembali. Sebab, memang sulit untuk menetapkan HPP garam. Sehingga, beberapa tahapan dan proses lama. “Tapi hal itu memang sudah dilakukan rapat bersama dinas terkait termasuk Dinas Perikanan (Diskan) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Aliansi Masyarakat Garam (AMG), sekaligus Ketua Asosiasi Petambak Garam, Abdul Hayat mengatakan, harga garam saat ini semakin anjlok. Bahkan, perjuangan untuk menaikkan harga garam sangatlah sulit. Menurutnya, jika dijumlahkan pada tahun sebelumnya, garam rakyat masih sisa sekitar Rp175 ribu ton.

Sedangkan, pihak pabrikan masih membeli garam secara asal-asalan. Ironisnya, saat ini bukan hanya pemkab yang terkesan lelet. Namun, PT. Garam tidak bisa menyerap garam rakyat semaksimal mungkin. Padahal, di tengah terpuruknya harga, harusnya PT Garam hadir dalam penyerapan dengan harga di atas pasaran.

“Ini tanggung jawab pemerintah juga, apalagi saat ini sudah masuk musim hujan. Maka pemkab segera berjuang juga. Seharusnya, pemkab dan PT Garam memperjuangkan harga garam di tataran petambak,” bebernya.

Kepala bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Diskan, Sumenep, Sri Harjani mengatakan, sulitnya harga garam untuk dinaikkan menjadi masalah Nasional. Bahkan, dirinya telah bolak-balik menemui kementerian, hanya saja belum ada solusi. “Semuanya tergantung pemerintah pusat,” dalihnya singkat.

Dijelaskan, harga garam saat ini kisaran Rp250 hingga Rp300. Bahkan, Rp125 jika untuk kualitas buruk. Menurutnya, harga garam di setiap kecamatan tidak sama. “harga garam saat ini benar-benar memprihatinkan,” tukasnya. (imd/ito)

Komentar

News Feed