oleh

Sekolah di Indonesia Sambil Bekerja, Moh Basri Buktikan Bisa

Kabarmadura.id-Tidak banyak orang yang bisa merelakan usia mudanya untuk bekerja. Terlebih bagi kebanyakan pelajar di era milenial ini. Namun hal itu dipatahkan oleh Mohammad Basri. Sosok muda yang ulet nan tekun itu, merelakan waktu “senang-senangnya” untuk bekerja.

MIFTAHUL ARIFIN, PAMEKASAN

Basri, begitu orang terdekat memanggil dirinya. Pemuda kelahiran 20 Agustus 2000 ini, bukanlah sosok yang pintar berbicara. Keahliannya adalah design grafis. Skill tersebut yang membuat klub sepakbola kebanggaan masyarakat pulau garam, Madura United FC tertarik menggunakan jasanya.

Kesukaan terhadap design grafis, diakuinya berawal dari keisengan mengotak-atik foto teman-temannya. Dari keisengan tersebut, Basri kemudian memilih melanjutkan sekolah di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pamekasan Jurusan Multimedia.

Melalui salah satu SMK terbesar di Bumi Ratu Pamelingan itu, dirinya mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Madura United FC. Ketekunan dan keuletan dirinya dalam menyelesaikan sejumlah tugas Prakerin, membuat Media Officer (MO) Madura United FC, tertarik untuk mempermanenkan dirinya sebagai bagian dari Divisi Media Officer Laskar Sape Kerrab.

“Saya sudah mulai bekerja sambil sekolah sejak kelas XII SMK mas,” itulah ungkapan yang disampaikan Mohammad Basri,  pemuda yang saat ini tercatat sebagai Mahasiswa aktif Jurusan Bahasa Inggri IAIN Madura tersebut, Rabu (8/1/2020).

Ihwal mengawali sekolah sambil bekerja, Basri kemudian bercerita proses awalnya. Kala itu, ucap Basri, dirinya bersama dengan teman-temannya satu jurusan di Multimedia, memilih tempat Prakerin.

Dirinya mengaku, awal masuk di Divisi Media Officer Madura United FC, dirinya berfikir jika akan menjadi bagian dari pelaksana pertandingan saja. Mulai dari mempersiapkan kebutuhan pertandingan di stadion dan semacamnya.

“Awalnya saya mengira hanya menjadi pelaksana pertandingan. Tidak tahunya, banyak pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan ide-ide kreatif. Dari Prakerin itulah saya ikut belajar proses kreatif divisi media,” ulas Basri mengawali ceritanya.

Usai prakerin sebagaimana jadwal dari sekolah, Basri menambahkan jika dirinya  meminta kesediaan perusahaan untuk tetap menerimanya melanjutkan magang. Dengan skill yang dimiliki, tidak butuh waktu baginya untuk mendapatkan jawaban positif dari Divisi Media Officer Madura United FC.

Saat proses magang, Basri mengaku mendapatkan ganti transport setiap bulan. Skill yang dimiliki dan keuletan dalam menjalankan setiap tanggung jawab, menyebabkan Basri ditawarkan untuk melanjutkan pengabdian sebagai calon pegawai dengan masa percobaan dua bulan.

“Meski masih sekolah, saya langsung terima (tawaran masa percobaan, red), hitung-hitung saya bisa menambah jam pengalaman kerja,” ucap pria sulung dari tiga bersaudara saat menceritakan awal mula bekerja sambil sekolah.

Dalam masa percobaan calon pegawai, selama dua bulan  Basri membocorkan dirinya mendapatkan  honor sebesar Rp750.000 per bulan. Di bulan pertama, honor tersebut digunakan untuk membayar biaya di sekolahnya dan sebagian digunakan untuk mentraktir temannya.

Kini, setelah lebih setahun bekerja sambil sekolah, Basri menguraikan dirinya bisa membayar SPP dan biaya lainnya di kampusnya. Tak hanya itu, Basri juga menceritakan jika dirinya sudah bisa membeli handpone, laptop dan kamera dari tabungan hasil honor bekerja.

“Senang sekali saat saya menerima gaji pertama.  Saya sampai bilang  ke orang tua, jika saya sudah bisa bayar  biaya sekolah sendiri tanpa minta ke orang tua,” tutup putra pasangan Naharah dan Muslimah tersebut. (waw)

 

 

Komentar

News Feed