Sekolah Rusak Bakal Sulit Diperbaiki, DAK Tidak Bisa Diandalkan Lagi

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) YANG SABAR NAK: Sulitnya bantuan rehab gedung sekolah dari pemerintah pusat di tahun 2022 membuat kebutuhan perbaikan gedung sekolah tidak bisa dipenuhi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Dana alokasi khusus (DAK) 2022 untuk bidang pendidikan di Bangkalan menyusut. Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan diperkirakan hanya memperoleh Rp1 miliar. Dana itu untuk mengakomodir tiga bangunan sekolah. Jumlah itu menurun dibanding tahun 2021 yang masih di kisaran belasan miliar.

Sementara, di tahun 2022 ini banyak sekolah yang masih butuh bantuan perbaikan. Sayangnya, DAK pendidikan tahun 2022 hanya difokuskan untuk sarana bidang teknologi informatika dan komputer (TIK).

Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Disdik Bangkalan Dewi Ega menyampaikan, kebijakan pemerintah pusat mengenai penggunaan DAK tahun 2022 sudah tidak lagi fokus pada pembangunan dan perbaikan gedung sekolah kecil.

Bacaan Lainnya

“Tahun ini fokusnya bukan ke pembangunan fisik, lebih ke pemenuhan TIK,” ungkap Ega.

Dengan hanya Rp1 miliar, menurut Ega, tidak akan bisa mengakomodir perbaikan kerusakan banyak sekolah. Target penggunaan dana tersebut hanya sekolah yang di data pokok pendidikan (dapodik) belum memiliki sarana TIK.

Mengenai sekolah yang akan mendapatkan bantuan, Ega tidak bisa memaparkan. Alasannya, karena belum aktif di sistem informasi pemerintah daerah (SIPD).

“Pengajuannya sudah ada, nanti beberapa dari sekolah itu yang akan menerima,” ulasnya.

Sedangkan menurut Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, bantuan pemerintah pusat memang tidak bisa kita atur sendiri. Terlebih jika kebutuhan yang diinginkan oleh daerah tidak sama dengan program pemerintah pusat.

Nur Hasan berharap, nanti bisa melakukan komunikasi lebih lanjut mengenai jumlah sekolah yang rusak di Bangkalan, sehingga bisa diusulkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan untuk jadi bahan pertimbangan.

“Mau tidak mau, jika sekolah rusak Ini tidak dapat solusi dari pusat, maka daerah yang harus memutuskan bagaimana solusinya,” harap politisi PPP itu.

Sebelumnya, banyak gedung sekolah tidak terdeteksi kerusakannya. Sebab, yang terdata di dapodik, tidak menyebutkan sekolah tersebut dalam kondisi rusak. Akibatnya, saat gedung sekolah ambruk, justru di dapodik masih tercatat baik-baik saja.

Laporan sekolah rusak parah pernah disampaikan warga Kecamatan Sepuluh. Mereka menyampaikan langsung ke Disdik Bangkalan untuk minta segera diperbaiki. Sekolah yang rusak parah itu adalah SDN Klabetan 3 dan SDN Bangsereh 1. Keduanya butuh rehab total dan ada satu ruangan digunakan untuk dua kelas.

Kondisi yang sama dialami SDN Kemayoran 2 Bangkalan. Kerusakan itu terjadi akibat tidak dimanfaatkannya selama pandemi Covid-19. Sehingga kayu atap mulai rapuh lantaran dimakan rayap.

Bahkan, pada akhir Desember 2021 lalu, terjadi peristiwa sekolah ambruk. Yakni di SDN 1 Tlagah di Kecamatan Galis, Bangkalan. Sekolah itu ambruk setelah dihantam hujan deras. Gedung kelas itu mudah ambrik lantaran sudah bertahun-tahun rusak tidak diperbaiki. Akhirnya kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan menumpang rumah warga.

Kondisi siswa KBM menumpang juga  terjadi di SDN II Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan. Bahkan, hal itu sudah dilakukan sejak 2018 lalu. KBM menumpang di rumah warga itu terpaksa dilakukan lantaran tiga ruang kelas yang roboh sejak 2018 lalu, namun belum ada perbaikan.

Sebelumnya Disdik Bangkalan mendata, tahun 2022 ini mengajukan 25 sekolah agar gedungnya direhab total.  Permintaan agar ada perbaikan itu sudah diajukan Disdik Bangkalan ke Kementerian Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

GEDUNG SEKOLAH BUTUH REHAB TOTAL

  • SDN Klabetan 3 dan SDN Bangsereh 1, kondisi beberapa ruang rusak berat.
  • SDN Kemayoran 2 Bangkalan, kayu penyangga atap di tiga ruang sudah rapuh dimakan rayap.
  • SDN 1 Tlagah di Kecamatan Galis, Bangkalan. Ambruk setelah bertahun-tahun rusak tidak diperbaiki
  • Kondisi siswa KBM menumpang juga terjadi di SDN II Serabi Timur, Kecamatan Modung, Bangkalan. Bahkan, hal itu sudah dilakukan sejak 2018 lalu. KBM menumpang di rumah warga itu terpaksa dilakukan lantaran tiga ruang kelas yang roboh sejak 2018 lalu, namun belum ada perbaikan.
  • Disdik Bangkalan mengajukan rehab total 25 sekolah ke Kementerian PUPR.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.