Sekolah Sudah Ambruk, Disdik Bangkalan Tidak Bisa Temukan Sumber Anggaran untuk Bisa Langsung Diperbaiki

(FOTO: KOMISI D FOR KM) PARAH: Setelah melihat kondisi bangunan SDN 1 Tlagah yang ambruk, Komisi D DPRD Bangkalan menyimpulkan harus segera diperbaiki, namun Disdik hanya bisa perbaiki tahun depan.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Rombongan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan telah meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tlagah yang ambruk pada Kamis, 2 Desember 2021 lalu.

Dari hasil peninjauan kedua pihak, disimpulkan bahwa pada tahun ini harus ada perbaikan di sekolah tersebut. Sebab, dia melihat kondisi bangunan yang memang memprihatinkan, yakni sudah banyak dinding rapuh, sehingga sewaktu-waktu berisiko ambruk. Agar tidak mengganggu kegiatan  belajar mengajar (KBM) di sekolah itu.

Politisi dari partai PPP itu telah menekan Disdik Bangkalan tahun ini pula harus ada perbaikan.

Bacaan Lainnya

“Jangan sampai tidak, paling lambat tahun depan harus segera dibangun. Bangunan yang tersisa juga cukup parah kondisinya. Renovasi segera,” perintah Ketua Komisi III DPRD Bangkalan Nur Hasan kepada pejabat Disdik Bangkalan yang juga memantau lokasi itu, Senin (6/12/2021)..

Menanggapi itu, Kepala Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika mengungkapkan, telah ada solusi yang bersifat sementara untuk mengatasi dampak ambruknya SD tersebut. Untuk sementara, seluruh KBM menumpang di salah satu rumah komite sekolah.  Karena dia mengakui, dua bangunan yang masih tersisa juga rawan ambruk.

“Kalau tahun ini perbaikan sepertinya tidak mungkin. Kalau tahun 2022 insyaallah dapat, karena sudah diusulkan dalam dana alokasi khusus (DAK),” ungkapnya.

Alasan tahun ini tidak bisa dilakukan perbaikan, karena waktu sudah akhir tahun. Bambang mengaku, akan tetap mengusahakan tahun ini juga dengan melaporkan kejadian tersebut ke Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron.

“Saya berani usulkan ke pak Bupati tahun ini dan tahun depan, karena status tanahnya sekolah sudah resmi. Tapi salahnya kepala sekolah (kepsek) laporan ke dapodik (bangunan, red) baik semua dan hanya rusak ringan,” tuturnya.

Akibatnya, DAK tahun ini tidak bisa mencakup perbaikan sekolah tersebut. Namun jika diperbaiki tahun ini juga, menurutnya, anggarannya bisa diambil dari bantuan tidak terduga (BTT) yang sudah tersedia di APBD Bangkalan.

Namun, pengambilan dana BTT itu kewenangan bupati. Sehingga menurutnya, yang paling memungkinkan adalah  diperbaiki pada tahun 2022 jika mengandalkan dari DAK.

“Kami dan sekolah sudah dipanggil pak Sekda, semoga tahun ini bisa diperbaiki sementara,” jelas Budi.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Tinggalkan Balasan