Sektor Wisata di Bangkalan Sasaran Peningkatan PAD

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMBAHASAN: Seluruh Kepala OPD di Bangkalan, membahas perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (P-RPJMD) 2018-2023 bersama panitia khusus (pansus) DPRD.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Setelah DPRD Bangkalan membentuk panitia khusus (pansus) dan membahas perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (P-RPJMD) dengan tim ahli. Akhirnya, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) akan difokuskan pada sektor wisata. Keputusan tersebut, dirapatkan bersama.

Masing-masing, timgar, semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim ahli dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Sedangkan untuk memuluskan program yang tertuang pada P-RPJMD tahun ini, harus secepatnya menangani wabah Covid-19, menanggulangi pemulihan ekonomi dan kebutuhan dasar.

“Menaikkan PAD saja untuk pemulihan ekonomi tidak cukup. Jadi pemkab harus bisa menaikkan PAD tanpa membebani masyarakat. Dalam situasi wabah dan keterbatasan dana, tidak mungkin eksekutif memasukkan program pembangunan dan infrastruktur,” ujar,  Tenaga Ahli Pansus P-RPJMD 2018-2023 Sri Rahayuningsih, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, satu-satunya untuk menopang pemulihan ekonomi dan paling mudah dilakukan, yakni dengan meningkatkan PAD melalui sektor pariwisata. Namun, harus fokus dengan keterbatasan dana yang dimiliki.  Begitu pariwisata berkembang, semua sektor nantinya akan ikut berkembang. Sebab, sektor pariwisata cukup memiliki banyak keterkaitan dalam pemulihan ekonomi.

“Pariwisata ini tempat bersenang-senang. Penarikan PAD sektor wisata ini, dari orang yang ingin bersenang-senang. Jadi, targetnya bagaimana caranya wisatawan itu bisa berkunjung ke Bangkalan dan berbelanja,” papar perempuan yang juga berstatus sebagai Dosen Fakultas Ekonomi UTM.

Sementara itu, Ketua Pansus DPRD Bangkalan Fadhurrosi mengatakan, dari perubahan itu tidak banyak yang berubah dari RPJMD yang ada sebelumnya. Sebab, P-RPJMD tetap memasukkan visi misi bupati. Akibat posisi anggaran yang terbatas untuk mendukung visi misi bupati perlu ada perubahan. “Anggaran pemkab salah satunya dari PAD memang banyak yang menurun karena wabah Covid-19,” responnya.

Usai pembahasan, masukan dan penyesuaian program kerja akan ada tahapan perumusan. Nantinya, perumusan baru itu akan diparipurnakan. Jika sesuai jadwal, akan dilaksanakan hari ini (Selasa 24/8/2021). “Baru minggu depan, kemungkinan kami paripurna penetapan P-RPJMD 2018-2023,” jelasnya.

Senada diungkapkan Ketua Timgar Setkab Bangkalan Taufan Zairinsjah. Pihaknya memastikan, tidak akan mengurangi visi misi bupati.  Pihaknya juga menyepakati apa yang diarahkan oleh tenaga ahli dari akademisi UTM. Yakni, untuk peningkatan PAD melalui pariwisata. Sehingga, akan memfokuskan pengembangan sektor pariwisata.

“Karena yang dibahas dalam perubahan ini, khususnya dalam anggaran adalah anggaran politik. Jadi legislatif dan eksekutif harus sama. Kalau disepakati itu nanti dari dewan juga harus bisa membackup itu,” tuturnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *