Selain Melawan Sakit, Atul Juga Berjuang untuk Mendapatkan PKH

Atul
(M.ARIF/KM.ID) TIDAK SANGGUP BEROBAT: Anisatul Mutmainnah (45), saat ditemui di rumahnya di Dusun Guluk-Guluk Tengah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Kamis (16/6/2022) pagi.

KABARMADURA.ID | SUMENEP – Anisatul Mutmainnah (45), sudah pulang dari di RSUD Moh Anwar Sumenep, Sabtu (11/6/2022) lalu. Kabarmadura.id berkesempatan berkunjung untuk kedua kalinya, Kamis (16/6/2022).

Perempuan yang menderita kaki bengkak dan bernanah itu tinggal di Dusun Guluk-Guluk Tengah, Desa Guluk-Guluk, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Rumah perempuan yang akrab disapa Atul itu terletak agak jauh dari pemukiman warga sekitar. Tepat di tengah-tengah sawah warga. Untuk masuk ke halaman rumahnya harus melalui jalan kecil berlumpur. Sepeda motor tidak berguna di jalan masuk ke rumah Atul.

Bacaan Lainnya

Sejak pulang dari RSUD saat itu, kondisi Atul tidak lantas membaik. Dia masih terbaring lemah di ranjang bambu di ruang tengah rumahnya. Kondisinya, bertambah buruk.

Bukan hanya kakinya yang bengkak. Saat ini, sekujur tubuhnya juga mengalami pembengkakan. Terutama di area wajah. “Kata dokter, paru-paru Atul kemasukan cairan,” ungkap Mahmudah, Bibi Atul.

Kepala Desa Guluk-Guluk Ach. Wail mengatakan pihak desa sudah mengurus pengajuan jaminan kesehatan Atul ke Badan Penyenggara Jaminan Sosial (BPJS) melalui aparat desa.

“Kami juga turut menyumbangkan uang pribadi untuk membantu pengobatan Atul,” kata Kades Wail.

Wail mengatakan, pemerintah desanya hanya bisa melayani jika ada laporan dari aparat desa. Berhubungan dengan warga yang sakit dan tidak mampu berobat. Jika tidak ada laporan, kemungkinan terabaikan.

“Pemerintah Desa hanya bisa melayani bila ada keluhan. Karena aparatur desa itu tidak bisa menjangkau 11.892 warga Desa Guluk-Guluk,” terangnya.

Dia menambahkan, Pemdes juga tidak bisa berbuat banyak. Dalam hal mengajukan Atul bisa menjadi penerima program Keluarga Harapan (PKH). Karena mekanisme pengajuan tersebut, kata Wail, tidak ada dalam program pemerintah desanya.

Salah satu pendamping PKH Kecamatan Guluk-Guluk Trio Wahyudi mengatakan bahwa teknis pengajuan warga menjadi penerima PKH tidak bisa serta-merta dilakukan.

Wahyu mengatakan, pendamping PKH hanya berkewajiban untuk meninjau bila ada data masuk dari pusat. Peninjauan itu untuk keperluan pengecekan kelayakan penerima dan perlu dipadukan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep.

“Setelah mengecek NIK Anisatul Mutmainnah, ternyata sudah masuk ke data DTKS pusat, tapi untuk PKH memang dia tidak masuk dalam daftar penerima, hanya menerima bantuan Penerima Bantuan Iuran (PBI),” jelasnya ketika ditemui di Kantor PKH Kecamatan Guluk-Guluk, Kamis (16/6/2022).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep Achmad Zulkarnain mengatakan akan mengunjungi rumah Atul besok, Jumat (17/6/2022).

“Insyaallah, besok saya akan mendatangi rumah Anisatul Mutmainnah, tolong diingatkan, ya,” ungkapnya.

Reporter: KM2
Redaktur: Ongky Arista UA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.