Selalu Terpantau Sepi Kegiatan, Pemanfaatan Gedung Sentra Batik Klampar Dinilai Tidak Optimal

Uncategorized7 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Pemanfaatan gedung Sentra Batik Klampar, Kecamatan Proppo, dinilai tidak maksimal. Salah satu yang dianggap menjadi penyebab yaitu warga setempat tidak memfokuskan diri sebagai pengrajin batik. Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Achmad Sjaifuddin.

 

Menurutnya, ketidakmaksimalan tersebut dikarenakan masyarakat setempat tidak memfokuskan diri sebagai pengrajin batik. “Rata-rata warga menjadikan membatik ini sebagai sampingan, bukan pekerjaan utamanya,” ungkapnya.

 

Berdasarkan memorandum of understanding (MoU), pengelolaan dan pemanfaatan sentra batik tersebut dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rakajaya Klampar. Menurut Sjaifuddin, pihaknya hanya melakukan pembinaan dan pendampingan kepada BUMDes setempat.

 

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan terus mendukung segala kegiatan yang berhubungan dengan Sentra Batik Klampar. Seperti halnya pelatihan pembuatan canting batik dari kertas karton dan aplikasi pewarnaan alam pada 14-15 Juni lalu. Kemudian dilanjut pelatihan pembuatan paccak batik pada 27-28 Juli kemarin.

Baca Juga :  Hanya Bermodal Rp10 Ribu, Pengusaha Madura Ini Kini Miliki 12 Bus

 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pembenahan infrastruktur Sentra Batik Klampar seperti pagar dan paving. Harapannya, gedung yang baru diresmikan Maret 2022 itu berkembang sesuai misi awal.

 

“Teman-teman BUMDes bisa lebih kreatif dalam pengelolaannya. Sehingga tujuan awal sentra batik terwujud, menjadi pusat dari segala kegiatan yang berhubungan dengan batik,” terangnya.

 

Sampai saat ini, pihaknya terus mengupayakan pemanfaatan gedung Sentra Batik Klampar agar maksimal sesuai dengan tujuan utamanya, yakni edukasi, produksi, dan promosi.

 

Reporter: KM 65

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *