Selama Lonjakan Covid-19, Pemohon Akta Kematian di Bangkalan Turut Naik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) PEMBATASAN: Pemohon harus antre untuk kepengurusan adminduk di loket Dispendukcapil Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN Lonjakan pasien Covid-19 di Bangkalan juga dibarengi adanya kenaikan tingkat kematian. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya pemohon akta kematian di Dispendukcapil Bangkalan. Mulai Januari hingga Juni, sudah ada 685 pemohon akta kematian dengan jumlah tertinggi permohonan di Kecamatan Bangkalan.

Kepala Dispendukcapil Bangkalan Zakaria mengatakan, selama lonjakan wabah Covid-19 ada 20 hingga 25 pemohon dalam sehari. Jika hari normal hanya sekitar 5 sampai 10 pemohon saja. Namun, dia juga tidak bisa memastikan kenaikan pemohon akta kematian ini disebabkan terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak bisa menyatakan bahwa permintaan akta kematian itu karena Covid-19 atau bukan. Sebab pengajuan ada yang dari pribadi, kepala desa atau dari rumah sakit,” jelasnya, Selasa (6/7/2021).

Keterangan yang ditulis dalam akta kematian juga bukan Covid-19, tapi sakit terkena penyakit menular dan tidak menular.

Menurut Zakaria, masyarakat Bangkalan cenderung kurang menyadari pentingnya akta kematian. Mereka baru mengurus akta kematian jika membutuhkan, tapi kalau tidak butuh, tidak mengurus akta kematian.  Saat ini, kadang pemohon bisa mencapai 30 orang.

“Naik turun sebenarnya, cuma ketika lonjakan memang sehari bisa sampai 25 pemohon,” ulasnya.

Bagi pemohon akta kematian, bisa langsung dicetak melalui Dispendukcapil atau dikirim via email ke pemohon, agar dicetak secara mandiri. Kendalanya, banyak masyarakat atau pemohon belum memiliki email.

Pihaknya bukan tidak mampu mencetak akta kematian, tapi saat ini ada pembatasan, karena ada situasi yang mengharuskan menjaga kondisi kesehatan petugas Dispendukcapil.

“Wajib mengurus akta kematian. Sebab akta ini sangat penting, berkaitan dengan jumlah penduduk di Bangkalan, termasuk untuk data bantuan. Dengan laporan kematian ini kan kalau yang dapat bantuan bisa dialihkan ke lainnya,” tegas Zakaria.

Sedangkan pencetakan akta kematian di Bangkalan, selama tahun 2020 sebanyak 797 pemohon, tertinggi di Kecamatan Bangkalan sebanyak 253 orang dan pemohon terendah di Kecamatan Kokop 5 orang. Sedangkan sejak Januari sampai Juni 2021, sebanyak 685 pemohon akta kematian, terbanyak di Kecamatan Bangkalan sebanyak 209 orang dan terendah di Kecamatan Kokop sebanyak 2 orang. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *