Selama PPKM OPD Boleh Tolak Kunjungan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ZUBAIDI) SEPI: Saat kepala BKPSDM mengawasi pegawainya

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pamekasan memiliki kewenangan untuk menolak kedatangan tamu selama masa Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Namun, meski bisa menolak kedatangan tamu, proses pelayanan terhadap warga masih tetap berjalan dengan peraturan yang sangat ketat.

Dalam melakukan pelayanan terhadap warga, Kepala Dinas Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Pamekasan, Bambang Budi Irianto, menguraikan tetap terdapat pegawai yang menjalani kerja di kantor atau Work From Office (WFO).

“Pelayanan tetap jalan dan tidak terganggu, karena tidak semua pegawai bekerja dari rumah atau WFH, ada pembagian sebagian WFH dan sebagian WFO,” urai Bambang Irianto panggilan akrabnya.

Budi menegaskan, bahwa penataan jam kerja dan jadwal masuk kerja antara yang WFH maupun WFO diatur dengan sebaik mungkin di seluruh OPD Pemkab Pamekasan. Termasuk, jelas Bambang, adalah pengaturan jika terdapat pegawai yang sakit akan terdapat penyesuaian jadwal WFH-WFO.

“Jangan sampai dengan adanya WFH dan WFO ini pelayanan terhadap masyarakat menjadi terganggu. Mereka harus dilayani dengan baik,” terang Budi Irianto, Kamis (29/7/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, selama PPKM OPD juga boleh menolak tamu yang tidak berkepentingan dan tidak menaati Protokol Kesehatan (Prokes). Hal itu dimaksudkan untuk menghindari kerumunan sehingga mengakibatkan terjadinya klaster Covid-19 yang baru.

Menurutnya Pimpinan masing-masing OPD bertanggung jawab, sebab pegawai yang WFH dan WFO tidak libur melainkan tetap harus bekerja dengan memanfaatkan teknologi. Sehingga kinerja dari seluruh pegawai juga harus tetap diawasi oleh pimpinan masing-masing OPD.

“Setiap harinya di setiap OPD ini diberlakukan sistem piket. Jadi ada yang kerja di kantor dan ada yang kerja dari rumahnya,” tambahnya.

Budi menambahkan, kondisi tersebut sudah diatur sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Selain itu pimpinan OPD juga harus mengawasi kondisi kesehatan anak buahnya. Jika ada yang mengalami kendala ringan segera dibawa ke rumah sakit.

“Jangan sampai dengan adanya WFH dan WFO produktivitas kerja berkurang,” sambung dia.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Pamekasan masuk PPKM level 3. Sehingga ia meminta kepada seluruh masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semua bisa kembali normal seperti sedia kala.

“Mudah-mudahan keadaan kembali normal. Sehingga tidak ada lagi pembatasan,” tutupnya. (bai/bri)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *