oleh

Selama Wabah Covid-19, Gaji Guru Honorer Dipasrahkan ke Sekolah

Kabarmadura.id/Sumenep-Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Sumenep Sugiono Eksantoso menyampaikan, mekanisme proses penggajian guru honorer untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, dipasrahkan penuh kepada sekolah selama wabah Covid-19 ini.

Karena meskipun kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah tidak normal selagi ada wabah Covid-19, namun guru tetap wajib beraktivitas seperti biasa di sekolah masing-masing. Sehingga terkait hak guru terutama yang honorer harus tetap diberikan seperti biasa.

“Kalau saya tidak tahu untuk guru honorer itu, tapi yang pasti kewajiban mereka tetap harus hadir ke sekolah untuk merencanakan tugas-tugas dan metode pembelajaran yang akan diberikan ke siswanya. Nah untuk gaji dan tunjangan lainnya harus sekolah yang bertanggung jawab,” katanya, Kamis (16/4/2020).

Sementara pihaknya hanya bertanggung jawab terhadap proses penggajian guru-guru yang sudah mendapatkan surat keputusan (SK) gubernur, yang dipastikan diterima secara utuh oleh sekitar empat ratus guru di ujung timur Pulau Madura ini.

Sugiono menambahkan, untuk guru yang mendapatkan SK gubernur, proses pencariannya diterima langsung oleh yang bersangkutan. Hal ini berbeda dengan guru honorer yang bersaran gajinya menjadi keputusan sekolah.

Adapun untuk proses penerimaan siswa baru masih belum dipikirkan karena masih fokus pada proses belajar di rumah. Jika situasi ini tetap berlanjut maka kemungkinan proses penerimaan siswa juga dilayani secara online, apalagi tidak tes seleksi untuk tingkat SMA sederajat.

“Kalau untuk pejabat seperti PNS itu memang ada rencana pengurangan tetapi untuk honorer yang dapat SK tetap utuh dan masuk ke rekening masing-masing,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Sumenep M. Juhedi menyampaikan, untuk guru honorer lagi-lagi diserahkan kepada yayasan atau sekolah masing-masing. Sementara untuk guru yang sudah sertifikasi dia mengklaim pencariannya tetap normal.

 

“Kan kalau guru madrasah masuknya seperti biasa hanya muridnya saja yang di rumah, yang sertifikasi tetap tidak dipotong. Karena laporannya tetap mereka, yang honorer bukan urusan kami,” paparnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed