oleh

Selamat Milad ke-54 IAIN Menuju UIN Madura

Kabarmadura.id/Pamekasan-Selamat untuk IAIN Madura. Hari ini, tepat 20 Juli 2020, satu-satunya perguruan tinggi negeri di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) RI di Madura ini,memasuki  hari lahir atau milad ke-54.

Bersamaan dengan Milad ke-54 tersebut, IAIN Madura yang saat ini dpimpin Rektor Dr. Mohammad Kosim, M.Ag. mengumumkan bahwa akan membuka dua program studi (prodi) baru, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika.

Dua prodi baru tersebut, diakui Kosim, panggilan akrabnya pria yang membawa perubahan dari STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura ini, dalam rangka meningkatkan status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

“Insyallah akhir 2021 proposal sudah jalan.Tentu tanggal 20 ini kami jadikan sebagai hari jadi (harjad), momentum pertama kali berdiri sebagai IAIN Madura. Dalam momentum ini kami menggelar kegiatan istigasah, seminar ilmiah, mengundang Prof Nursalam dan Prof Imam Suprayogo,” ujar Muhammad Kosim, di ruang kerjanya.

IAIN Madura pada awalnya adalah bernama Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel dan menjadi cabang dari IAIN Sunan Ampel Surabaya. Baru menjadi perguruan tinggi secara mandiri dengan nama STAIN Pamekasan tahun 1997 dengan menemapti kampus di Jalan Brawijaya Pamekasan.

Seiring dengan perkembangannya yang makin pesat, gedung perkuliahan pindah ke gedung baru di Jalan Raya Tlanakan, Pamekasan. Perpindahan gedung perkuliahan tersebut, menjadi berkah tersendiri, dengan menempati lahan seluas 5,05 hektar.

Pembangunan gedung IAIN Madura mengalami perkembangan pesat. Kini mampu menampung lebih dari 10.000 mahasiswa yang belajar di 20 prodi, meliputi 3 prodi S2 dan 17 prodi S1.

“Luas lahan kami masih 5,05 hektare. Target lahan kami 10 hektare lebih. Sehingga nantinya ketika menjadi UIN, lengkap dengan asrama mahasiswanya,” ungkap Kosim.

Sedangkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki IAIN Madura, diakui sangat mumpuni untuk meningkatkan statusnya menjadi universitas. Setiap tahunnya, jumlah  calon mahasiswanya terus bertambah. Terakhir, terdapat lebih 5.000 calon mahasiswa yang mendaftar. Namun, karena masih kekurangan luas lahan dan perlunya menambah prodi, tahun ini hanya meluluskan 2.200 calon mahasiswa.

“Dari SDM pengajar, kami sudah berupaya menambah dosen. Untuk saat ini sudah terdapat 40 doktor dan selebihnya S2dari 200 dosen di IAIN,”  ucapnya.

Di bidang penelitian dan transfer pemikiran, IAIN Madura juga menerbitkan belasan jurnal, dua diantaranya terakreditasi sinta 2, dan limajurnal sudah terakreditasi sinta 3.

“Selebihnya masih baru. Sinta itu peringkat indeksasi jurnal di Kementerian Riset dan Dikti. Tentunya tidak banyak lembaga yang mencapai ke arah itu. Bahkan banyak yang belajar dan berdiskusi dengan kami,” jelasnya sambil menambahkan jika terdapat tiga dosen yang terpilih untuk review jurnal nasional.

Peran IAIN Madura di kancah internasional juga terlihat sangat aktif. Setiap tahunnya, dosen IAIN Madura tidak pernah absen dalam kegiatan ilmiah internasional. Baik kegiatan ilmiah dilaksanakan di Indonesia maupun luar negeri.

Sejatinya, bukan hanya dosen yang terlibat dalam kegiatan ilmiah internasional, mahasiswa IAIN Madura juga sering terpilih menjadi narasumber pada pertemuan ilmiah nasional.

“Artinya, Mahasiswa yang memliki potensi maka kami kembangkan untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Karena visi kami religius dan kompetitif,” tukasnya. (ito/bri/waw)

Sejarah dan Informasi IAIN Madura

  • Pada 20 Juli 1996 sebagai fakultas tarbiyah IAIN Sunan Ampel cabang Pamekasan, Jurusan Pendidikan Agama
  • Tanggal 21 Maret 1997 beralih bentuk menjadi lembaga mandiri bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jurusan Tarbyah, Syariah, dan Pascasarjana (12 prodi)
  • Kemudian tanggal 5 April 20018 beralih bentuk menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, dengan Fakultas Tarbiyah, Syariah, Fakultas Ekonom dan Bsnis (Febi), Fakultas Ushuludin dan Dakwah/FAUD dan Pascasarjana.
  • Jumlah Prodi, untuk S1 : 17 dan S2 : 3
  • Akreditasi
  1. 2 Prodi, S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) dan S1 Hukum Keluarga Islam (HKI)
  2. 17 Prodi
  3. 1 Prodi
  • Tahun 2021 direncanakan membuka Prodi Tadris Ilmu Penengetahuan Alam (IPA) dan Tadris Matematika
  • Akhir 2021 menyerahkan proposal perubahan bentuk menjadi Universitas Madura
  • Jumlah Pendaftar dalam 3 tahun terakhir mencapai 5.000 Mahasiswa/i dan menerima 2.200 Mahasiswa/i
  • Jumlah Mahasiswa secara keseluruhan 9.675
  • Jumlah Dosen 210 orang dan 40 orang bergelar Doktor

Baca juga Pengorbanan Mohammad Kosim Ubah Status STAIN Menjadi IAIN Madura

 

Komentar

News Feed