Selangkah Lagi Syaikhona Muhammad Kholil Bergelar Pahlawan Nasional

(FOTO: KM/IST) PERSIAPAN: Wakil bupati Bangkalan saat rapat terbatas persiapan verifikasi pengajuan gelar pahlawan nasional Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan di Pendopo Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Anugerah pahlawan untuk para tokoh yang berperan serta dalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia, biasanya dilaksanakan setiap 10 November. Madura, saat ini sedang memperjuangkan Syaikhona Muhammad Kholil bin Abd Latif untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional itu.

Proses panjang sudah dilakukan oleh sejumlah tokoh pengusul, termasuk melengkapi sejumlah berkas administrasi yang menjadi persyaratan penetapan negara untuk menetapkan seseorang sebagai pahlawan nasional.

Ketua Tim Pengusulan Gelar Kepahlawanan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, Muhaimin, menguraikan bahwa  pengajuan Syaikhona Kholil untuk mendapatkan gelar pahlawan sudah memenuhi syarat. 

Bacaan Lainnya

Namun, jelas Muhaimin, Dirjen Kepahlawanan Kementerian Sosial masih akan melakukan verifikasi langsung di Bangkalan selama 3 hari, untuk memastikan semua berkas pengusulan dan perlengkapan sesuai.

Verifikasi berkas tersebut,  rencananya akan mulai dilaksanakan sejak Rabu sampai Sabtu (8-11/9/2021).

Tim tersebut,  nantinya akan memeriksa berkas nama Syaikhona Muhammad Kholil yang digunakan dari berbagai jenis sumber dan ahli penelitian, nama tempat, jalan, instansi pendidikan dan lembaga. 

“Ini nanti yang akan menjadi sasaran verifikasi, apakah pengajuan sesuai atau tidak dengan adanya di Bangkalan,” terangnya.

Selain menemui bupati Bangkalan, tim nantinya akan terus meninjau langsung dzurriyah keluarga, tim pengusul, budayawan, akademisi dan juga perwakilan dari tokoh agama. Nantinya akan dilanjut pada wawancara untuk lebih dalam mengetahui bagaimana cerita langsung tentang Syaikhona Muhammad Kholil. 

“Nanti kondisional, tapi yang jelas, kebutuhan itu akan kami fasilitasi,” tambahnya.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Bangkalan Wibagyo menyampaikan bahwa verifikasi tersebut masih sekedar wacana. 

“Tinggal nunggu surat saja memang, kalau rencananya memang Rabu ini,” ungkapnya.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang tergabung dalam tim, nanti akan menempati tupoksi masing-masing.  Seperti Dinas Sosial, yang akan menjadi mediator antara TP2GD Bangkalan, pemerintah provinsi dan pusat. 

“Kami akan siapkan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (hel/bri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.