Selesai Sengketa, Pemkab Sumenep Belum Pastikan Kelanjutan Pembangunan Pasar Batuan

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) MANDEK: Pasca selesainya sengketa lahan, Pemkab Sumenep masih belum memastikan keberlanjutan pembangunan Pasar Batuan.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Sampai saat ini, belum ada tindak lanjut dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terkait pembangunan Pasar Batuan. Sudah sekitar tiga tahun pembangunan pasar tersebut mengalami kemandekan sebab adanya sengketa lahan.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mendorong pembangunan yang sempat terhenti tersebut segera digarap. Tujuannya agar masyarakat memiliki tempat strategis dalam melakukan jual beli. “Semestinya, ada kelanjutan. Bukan dibiarkan begitu saja,” katanya, Minggu (20/2/2022)

Diakuinya, dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran (TA) 2022 tidak ada dalam draft mengenai kelanjutan Pasar Batuan tersebut. Menurut Juhari, semestinya hal tersebut diusulkan, sebab pembangunan pasar terkesan setengah hati.  “Pemkab harus segera bergegas dalam melanjutkan pembangunan tersebut,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, pembangunan pasar perlu kejelasan dari awal. Termasuk dengan tokoh-tokoh setempat, perlu menjalin komunikasi untuk mengantisipasi terjadinya masalah di pertengahan jalan. Seperti terjadinya sengketa lahan yang terjadi sebelumnya. “Cepat terwujudnya pasar bakal difungsikan oleh masyarakat setempat,” ujarnya.

Diketahui, pembelian tanah di Kecamatan Batuan senilai Rp8,9 miliar itu bersumber dari APBD TA 2018 lalu dengan luas 1,6 hektare. Pada November 2019 lalu, dibangun pagar senilai Rp614 juta.

Lahan tersebut sudah resmi menjadi milik pemkab dengan nomor kohir 576 dan persil 34 dengan luas lahan berkisar 1,6 hektare. Padahal, sebelumnya sudah mendapatkan jatah dari APBN senilai Rp4 miliar. Namun anggaran tersebut dikembalikan sebab tidak ada kelanjutan pembangunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM PP) Sumenep Chainur Rasyid mengaku belum ada rencana mengenai kelanjutan pembangunan tersebut. Sebab menurutnya, masih banyak pasar yang perlu diperbaiki.

Selain itu, ia juga mengaku masih belum mengetahui tentang pasar di Batuan tersebut. Dia berdalih baru menjabat kepala Diskop UKM PP. “Kami masih baru dilantik, Mas. Jadi saya akan pelajari dulu,” pungkasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.