Seluk-Beluk dan Jejak Historis Kapitalisme

  • Whatsapp

Peresesi : Ahmad Farisi*)

Perbincangan mengenai kapitalisme terus mengemuka. Tiada henti. Mengalir, hilir mudik mengikuti arus dan dinamika zaman. Lalu, apa itu sebenarnya kapitalisme? Dan dari mana ia berasal? Buku Kapitalisme: Sebuah Pengantar Singkat, yang ditulis oleh James Fulcher akan menjawab dua pertanyaan fundamental itu. Melalui buku ini, Fulcher memberitahu kita tentang seluk beluk dan jejak historis kemunculan kapitalisme itu sendiri.

Menurut Fulcher, pada esensinya kapitalisme adalah sebuah investasi menggunakan uang dengan harapan akan mendapatkan laba darinya. Dan keuntungan besar bisa diraih dengan syarat perdagangan jarak jauh yang penuh risiko. Keuntungan bisa dengan mudah diartikan sebagai hasil laba dari modal yang kecil dan juga jarak yang harus ditempuh (halaman 10). Logika utama dari kapitalisme, sebagaimana diajarkan di kelas-kelas ekonomi adalah “meraup keuntungan sebesar-besarnya dengan modal sekecil-kecilnya”.

Dan disadari atau tidak, logika utama itulah yang menjadikan kapitalisme sampai hari mendapat banyak kritik dan tantangan dari para buruh. Karena, logika yang ekonomi yang demikian ditengarai hanya akan menguntungkan para pemodal (kapitalis). Sementara para pekerja, buruh dan petani hanya akan menjadi domba-domba yang diperah dan dieksploitasi tanpa ampun. Dengan kata lain, kedua belah pihak, menurut para penentang logika bisnis kapitalisme tidak sama-sama diuntungkan. Tenaga para buruh hanya diekspoitasi tanpa mendapat keadilan dan jaminan kesejahteraan.

Secara historis, paham ekonomi yang satu ini (kapitalisme) menemukan momentumnya pertama kali di Inggris. Sejak dimulainya Revolusi Industri pada abad ke-18. Dalam penelitian Ellen Meilskisn Word disebutkan bahwa asal muasal kapitalisme di Inggris ditemukan pada bidang pertanian yang berhubungan dengan para tuan tanah, penyewa tanah,  dan petani. 

Mengapa Inggris? Karena berkat revolusi industri di abad ke-18, satu abad setelahnya, yakni pada ke-19, industrialisme di Inggris menjadi mungkin terjadi. Akibatnya, penyebaran hubungan-hubungannya di pasar dan pertumbuhan konsumsi menghasilkan sebuah permintaan pasar yang cukup besar untuk membuat investasi di bidang industrial menjadi bernilai. 

Namun, sebenarnya, dalam pandangan Fulcher, sebenarnya kapitalisme pertama kali bukan hanya muncul di Inggris melainkan di Eropa yang lain secara keseluruhan. “Memang”, ungkap Fulcher, “secara teknis organisasi kapitalis pada saat itu jauh lebih berkembang secara pesat di wilayah Eropa yang lain”. Utamanya mengenai kapitalis produksi. Menurutnya, rekam jejak kapitalis produksi telah memiliki rekam jejak yang jauh di Eropa sebelum Revolusi Industri Inggris melahirkan sistem ekonomi kapitalis. 

Fulcher mengira sistem produksi rumah tangga tampaknya pertama kalinya muncul pada dua tempat, yakni di Flanders dan Italia. Bukan di Inggris. Dan menjadi tersebar luas pada abad ke-14 dan 15 di Jerman. Pada saat bersamaan, modal perdagangan juga turut ditanamkan ke dalam operasi bisnis produksi dan pertambangan di benua Eropa. Lalu, pada akhir abad ke-15, para pengusaha kapitalisme dagang membentuk organisasi pertambangan di bagian Eropa utara dan Eropa tengah.

Selain itu, juga terdapat tanda-tanda awal gerakan menuju kapitalis produksi di beberapa kota di benua Eropa. Hal ini, menurut Fulcher secara khusus menjadi bukti bahwa pertumbuhan industri percetakan. Jadi, dapat dipahami bahwa kapitalisme, yang seringkali dipahami sebagai ideologi ekonomi yang muncul pertama kali di Inggris ternyata kurang tepat. Sebab, sebagaimana dipaparkan Fulcher, beberapa negara di benua Eropa, jauh sebelum revolusi Industri ternyata juga telah memberlakukan ekonomi kapitalis dan kapitalisme. 

Judul buku : Kapitalisme

Penulis : James Fulcher 

Penerbit : IRCiSoD

Cetakan : Juli, 2021

Teba : 244 halaman

ISBN : 978-623-7378-53-2

*) Pembaca buku asal Sumenep

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *