oleh

Seluruh Fraksi Yakini Boikot Produk Prancis Tidak Akan Ganggu Ekonomi

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Sikap Pemerintah Prancis yang membenarkanpelecehan terhadap Nabi Muhammad melalui karikatur di sebuah majalah, menuai kecaman seluruh umat Islam di seluruh dunia.Bahkan, Pemerintah Indonesia melalui Presiden Joko Widodo secara langsung menyampaikan kekecewaannya.

Seluruh Fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan juga turut meluapkan kekecewaan dengan menyuarakan pemboikotan produk Prancis.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pamekasan Ismail menegaskan, Prancis harus diberi pelajaran.

“Ini agar mereka dapat pelajaran dan kedepannya tidak sembarangan lagi. Umat Islam di seluruh dunia tersakiti dengan karikatur Nabi Muhammad itu,” tegasnya.

Hal serupa diungkapkan Ketua Fraksi PKB DPRD Pamekasan Khairul Umam.Sakitnya umat muslim memang tidak sembuh dengan hanya pemboikotan produk asal Prancis. Namun menurutnya, memboikot adalah langkah yang tepat sebagai pelajaran.

Menurutnya, aksi boikot jugaseharusnya dilakukan dengan menghentikan kegiatan impor produk Prancis. Sebab jika memboikot produk yang dijual secara retail oleh masyarakat, menghentikan kegiatan konsumsi pihaknya khawatir akan memperburuk kondisi ekonomi negara.

“Kami mendorong pemerintah dan swasta untuk memboikot produk asal Prancis dengan berhenti mendatangkan produk Prancis,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PPP DPRD Pamekasan Halili mengaku juga sangat mengecam atas pelecehan tersebut dan telah mengikuti langkah partainya untuk bersama-sama menyuarakan boikot produk Prancis.

“Kami sangat setuju dengan langkah boikot produk Prancis, agar memberikan efek jera,” ucapnya.

Ketua Fraksi Nasdem Amanat Nasional Hamidi secara tegas mengutuk keras tindakan pelcehan tersebut. Terutama pernyataan Presiden PrancisEmmanuel Macron yang dinilai melukai hati seluruh umat Islam di seluruh dunia dan mencederai unsur toleransi beragama.

“Pernyataan Presiden Prancis itu sudah sangat melukai hati umat Islam di seluruh dunia, dia harus minta maaf dan menarik ucapannya,” kesalnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS Suryono juga menyuarakan boikot produk Prancisjuga dilakukan melalui pengajian umum dan di masjid-masjid melalui khutbah Jumat.

Bahkan DPP PKS telah menginstruksikan untuk menghentikan penggunaan semua macam produk asal Prancis. Meski akan berdampak pada perekonomian negara,baginya boikot harus tetap dilakukan.

“Urusan ekonomi itu nomor sekian, akidah kita sudah dilecehkan. Urusan akidah tidak bisa ditawar. Boikot produk Prancis,” tegasnya.

Ketua Fraksi Gerindra Rida’i menegaskan, Indonesia dan masyarakat Pamekasan masih bisa bertahan hidup dengan normal tanpa produk Prancis.Bahkan meyakini, pemboikotan terhadap produk Prancis tidak akanmengubah signifikan terhadap perekonomian, karena komoditi lokal Indonesia sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Produk lokal kita juga banyak kok yang tidak kalah saing. Dan kebutuhan konsumi kita masih akan terpenuhi tanpa produk Prancis,” ujarnya.

Ketua Fraksi Madani Ahmad Tatang juga sepaham agar pemerintah pusat menghentikan impor produk asal Prancis.Agar boikot ini benar-benar memberikan shock therapy bagi Prancis.

“Kedua-duanya harus dilakukan, baik menghentikan impor maupun kegiatan konsumi terhadap semua produk Prancis,” tegasnya.(ali/waw)

 

Komentar

News Feed