Seluruh Sekolah di Sumenep Kembali Terapkan Belajar di Rumah

  • Bagikan
(FOTO: KM/IST) DILARANG: Seluruh sekolah di Sumenep tidak direkomendasikan melaksanakan KBM normal lagi.

KABARMADURA.ID, SUMENEP  – Kondisi dunia pendidikan kembali lumpuh, pasalnya Sumenep kembali masuk zona tidak aman dari wabah Covid-19. Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali tidak normal.

Seluruh instansi yang bertanggung jawab terhadap stabilitas pendidikan, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep, Kementerian Agama (Kemenag) dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur di Sumenep, kembali sepakat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Kacabdin Jatim Sumenep Syamsul Arifin menjelaskan, meski tidak ada surat edaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), pihaknya sepakat dengan tim Satgas Covid-19 Sumenep akan kembali menerapkan PJJ.

“Senin kemarin kami dengan tim satgas, Disdik, dan Kemenag sepakat untuk kembali PJJ, sebab, kasus Covid-19 masih kembali meningkat, nah kami sambil menunggu surat edaran dari pemprov juga mengambil sikap berdasarkan otoritas daerah,” katanya, Minggu (3/1/2021).

Sebab menurutnya, dunia pendidikan merupakan lingkungan paling rawan menjadi penyebaran wabah yang hampir satu tahun menyerang Kota Keris ini. Sehingga tidak ada pengecualian, seluruh lembaga pendidikan harus melaksanakan model PJJ.

Syamsul memastikan tidak akan bertanggung jawab jika sekolah terutama di pelosok tetap melanjutkan KBM normal, sementara jika di pesantren tetap otoritas kebijakan pengasuh masing-masing.

“Jika terpaksa, kami tidak bertanggung jawab, di kepulauan pun kami instruksikan PJJ, kalau mau KBM tatap muka, kami tidak menanggung konsekuensinya, dan harus mendapatkan izin orangtua siswa,” imbuhnya.

Sementara Kemenag Sumenep melalui Surat Edaran (SE)Nomor B-4692/Kk/13.23/PP.00/12/2020, melarang seluruh instansi mulai dari RA, MI, Mts, dan MA melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

SE serupa juga diluncurkan Disdik Sumenep dengan nomor 420/3505/435/101.1/2020 seluruh tenaga yang terlibat dalam dunia pendidikan mulai dari guru terlebih yang berstatus PNS, pengawas, penilik, dan yang lainnya, wajib bekerja dari rumah masing-masing.

Baca juga  SMK Miftahul Ulum Promosikan Batik di Ajang Pameran Perguruan Tinggi

“Sudah seperti yang di surat edaran, jangan dilanggar sampai ada instruksi selanjutnya,” jelas  Kabid Pembinaan SD Disdik Sumenep, Abd Kadir. (ara/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan