Semangat Disparbudpora Lestarikan Olahraga Tradisional

  • Whatsapp
(KM/Subaidi) BAMBANG IRIANTO: Kepala Disparbudpora Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Dalam mempertahankan dan menghidupkan kembali warisan leluhur terlebih di bidang olahraga tradisional, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep akan melestarikan kembali menggeliatkan olahraga tradisional.

Disparbudpora Sumenep, akan mengambil peranan penting dalam pelestarian olahraga ttasdional. Bahkan, akan terlibat langsung di dalamnya.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disampaikan Kepala Disbudparpora Sumenep, Bambang Irianto, jika sejauh ini pihaknya belum terlalu masuk pada olahraga tradisional. Akan tetapi, bukan berarti menutup mata atas geliat olahraga tradisional yang pada dasarnya merupakan kekayaan budaya dan tradisi yang ada di masyarakat Sumenep.

“Misalnya seperti olahraga bola kasti, itu kan memang jarang didengar sekarang. Maka dengan komitmen bersama, tentunya kami pemerintah bersama-sama menghidupkan kembali. Semuanya, yang terpenting mengandung nilai-nilai positif,” katanya.

Dalam pelestariannya, Disparbudpora sebagai fasilitator bisa melihat berbagai potensi dari berbagai olahraga tradisional yang ada. Selain yang telah bola kasti, bola tangkap, ojhung dan olahraga tradisional lainnya yang digandrungi masyarakat akan dilestarikan.

Ada banyak fungsi dengan melestarikan olahraga ttadisional. Selain untuk memelihara kesehatan, ternyata olahraga tradisional juga menjadi ajang silaturrahim antar di masyarakat.

Apalagi jika, melihat eksistensi dan potensi dari beragam olahraga tradisional yang berkembang di tiap-tiap desa atau bahkan kecamatan di Kabupaten Sumenep, itu merupakan karya dan warisan leluhur. Sehingga sangat layak, untuk dijaga dan dilestarikan supaya keberadaannya tidak punah seiring dengan perkembangan zaman.

Sebagai langkah konkrit, pihaknya siap memperhatikan keberadaan olahraga lokal yang ada. Paling tidak ada  kata Bambang, langkah-langkah bijak akan dilakukan, sehingga semua potensi Sumenep itu bisa dirangkul kembali.

“Tidak menutup kemungkinan juga akan mengkaji sejarahnya. Sehingga dapat diketahui, cabang-cabang olahraga itu dari daerah mana asalnya,” ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep itu.

Jika di masyarakat ada kegiatan olahraga tradisional  kendati Disparbud tidak terlibat langsung, namjn pihaknya siap bersinergi untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Misalnya, olahraga tradisional kompetisi antar desa, kecamatan, dan yang lainnya.

“Makanya kami berharap apabila ada pagelaran olahraga semacam itu, setidaknya pihak penyelenggara berkoordinasi dengan kami. Sebab, kami tidak mengetahui secara pasti musim olahraga tradisional. Karena kami bisa berkontribusi,” pungkasnya. (ara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *