Semarak Harjad Sumenep ke-750 Tampilkan 1.033 Pentas Seni

  • Whatsapp
MEMUKAU: Beragam penampilan pada sepanjang rangkaian Hari Jadi Sumenep ke-750 menghibur warga Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Puncak pergelaran Hari Jadi Sumenep yang ke-750 yang digelar di area jantung kota, berlangsung sangat meriah.Berbagai acara terlakasana sesuai rancangan awalPemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Beragam kegiatan yang digelar seperti Festival Musik Tong-Tong, Lomba Seni Suara Ayam Bekisar dan yang lainnya. Sementara puncaknya, dilanjutkan dengan pergelaran Pawai Budaya dan pementasan drama kolosal penyambutan Arya Wiraraja setelah dilantik sebagai Adipati pertama Sumenep.

Selain itu, melibatkan 1.033 penampilan dari berbagai latar belakang jenis kesenian yang dimiliki kabupaten berjuluk Kota Keris ini. Seperti 200-an penari Muang Sangkal, tari topeng, ada juga penampilan musik tradisional saronen yang berjumlah 20 group, termasuk 200-an pemusik hadrah, lebih dari 200 penari, kirab 750 empu keris.

Bupati Sumenep A. Busyro Karim menjelaskan, dari beragam desain pertunjukan yang dikemas untuk menyemarakkan Hari Jadi Sumenep ke-750 tahun itu, memberikan pesan, keberagaman yang dikelola dengan baik bisa menjadi kekuatan untuk membangun dan mengokohkan bangsa baik yang dilahirkan di daerah kepulauan maupun di daratan.

“Kita bukan orang kepulauan, juga bukan orang daratan, tetapai kita adalah Sumenep yang kaya dengan keberagaman, jadi pesan yang kita saksikan malam ini, keberagaman itu ternyata sebuah kekuatan untuk menyatukan kita semua untuk membangun Sumenep ini,” ujar Busyro kepada para pengunjung.

Keberagaman yang ditopang keberadaan lima suku yang tersebar di Sumenep, menurut Dewan Syuro Partai PKB itu,menjadikan acara tersebut semakin berwarna. Terdapat pagelaran yang diprioritas dari Suku Bajo, sementra 4 suku yang lain diangkat secara bergiliran untuk meriahkanHari Jadi Sumenep yang ke-750 itu.

Hari jadi yang bertemakanSumenep adalah Rumah Kita tersebut, merupakan wujud kalimat yang bermakna, Sumenep yang berusia cukup tua atau sekitar 7 abad, tidak akan pernah utuh sampai saat ini jika tidak merawat keberagaman itu menjadi keindahan.

“Kita harus fokus dalam acara seperti ini, memang ada satu yang harus kita tonjolkan, tetapi bukan berarti megabaikan yang lain, karena Sumenep adalah rumah kita,” imbuhnya.

Sementara salah satu undangan dari luar Madura atas nama Fifi Riskatriani mengaku sangat takjub dengan berbagai sajian penampilan yang keseluruhan sangat menarik dan membuanya terpukau.

“Seru sekali, saya menyaksiakan Hari Jadi Sumenep ini, penampilan-penampilannya sangat keren, terutama saronen sama Topeng Dalang. Semoga Sumenep kedepannya tambah maju,” tuturnya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *