Sembari Tunggu BPRK dari MK, Bawaslu Masih Terima Laporan Dugaan Kecurangan Pilkada

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BUKA KERAN: Sembari tunggu BPRK dari MK, Bawaslu masih terima laporan dugaan kecurangan pilkada.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Kendati menjelang penetapan pemenang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumenep  2020, Badan Pengawas Pemilu (Pemilu) Sumenep masih membuka keran laporan indikasi kecurangan.

Komisioner Bawaslu Sumenep Imam Syafi’i menyampaikan, saat ini sudah tidak ada kasus yang harus ditindaklanjuti, namun jika ada pelanggaran yang baru ditemukan atau dilengkapi bukti-bukti, maka dipersilakan dilaporkan kembali.

Bacaan Lainnya

“Perdana atau tidak, sejauh ini laporan sudah diselesaikan, tapi sebelum ditetapkan, jika ada yang dilaporkan, dipersilakan,” katanya, Senin (18/1/2021).

Sementara untuk persiapan, pihaknya tidak terlalu banyak ikut andil, sebab secara teknis dan proses sudah ranah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep.

Sedangkan Komisioner KPU Sumenep Rafiqi mengungkapkan, penetapan hasil terpilih masih menunggu buku registrasi perkara konstitusi (BRPK) yang akan dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Buku register itu diperkirakan keluar sekitar pertengahan Januari 2021.

“Kalau kabarnya tunggu hingga akhir bulan ini. Tetapi pemberitahuan secara formal masih belum ada. Ya tidak dapat dipastikan masih penetapannya,” paparnya.

Pria dengan sapan Tanzil ini  juga menjelaskan, sebelum pelantikan, masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan olehnya. Alumni Universitas Wiraraja itu juga mengungkapkan, BRPK tidak hanya ditunggu Sumenep, namun seluruh kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada serentak di tahun 2020.

“Ada dua tahap yang harus diselesaikan oleh KPU, yakni penetapan calon terpilih setelah keluarnya BRPK dan pengusulan pelantikan calon terpilih kepada gubernur Jawa Timur, ” Terangnya

Seperti diketahui hasil pleno rekapitulasi pemilihan Pilkada Sumenep menyatakan pasangan calon nomor urut satu, Ahmad Fauzi dan Dewi Khalifah unggul dengan perolehan suara 51,9 persen dari paslon nomor urut dua yaitu Fattah Jasin dan Kiai Ali Fikri. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *