oleh

Sempat Berjaya di Madura, Stadion A. Yani Ambrol

Kabarmadura.id/Sumenep-Kemegahan Stadion A. Yani Sumenep, perlahan mulai dikikis waktu. Stadion yang peresmiannya dilaksanakan pada saat Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah MTQ Jatim ke XXI pada 2005 lalu, kondisi bangunannya mulai rapuh. Terdapat beberapa penyangga tribun yang roboh, sehingga mengancam keselatan penonton.

Sejauh ini, stadion yang pernah menjadi saksi bisu promosi Persepam Madura United ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia tahun 2012 itu, juga menjadi  home base dari Perssu Sumenep yang berlaga di Liga 3 dan Madura FC yang berlaga di Liga 2.

Selain digunakan dua klub tersebut, stadion yang dikelola Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga Sumenep itu juga digunakan beberapa kegiatan nonolahraga. Rapuhnya stadion yang memiliki karakter warna hijau tersebut, terlihat nyata saat hujan lebat yang melanda Sumenep beberapa waktu lalu.

“Kami menaruh perhatian serius untuk Stadion A. Yani, karena stadion tersebut sangat dirasakan sebagai penyangga kegiatan olahraga di Sumenep.  Ini menjadi  salah satu prioritas kami, karena itu menjadi salah satu asset ikon Sumenep,” ungkap Kepala Disparbudpora Sumenep Bambang Irianto.

Sejauh yang Bambang ketahui sejak dipercaya sebagai kepala Disparbudpora, tidak pernah ada anggaran untuk perawatan stadion tersebut. Padahal, jelas Bambang,  Stadion A. Yani selama ini sering menjadi jujukan atlet nasional dari berbagai  wilayah di Indonesia.

“Kami kaget mengetahui adanya kejadian ambrolnya pintu tribun. Mungkin ini sudah tanda alam juga, karena kami kebetulan merencanakan perbaikan tahun ini. Kami masih akan mencoba menghitung perencanaannya, jika memang memungkinkan, bisa disatukan dalam rencana perbaikan tahun ini,” ulas Bambang.

 

Sedangkan rencana pengembangan stadion itu, dia menganggarkan Rp3 miliar. Namun dalam proses pembahasan, baru disetujui sebesar Rp 750 juta.

“Bukan karena abai hingga ada kejadian pintu tribun ambrol. Kami menilai itu murni karena usia dan force major. Karena secara perencanaan dalam wujud perhatian, kami sudah berupaya untuk  mendapatkan anggaran pemeliharaan dan pembangunan,” pungkas Bambang.

Menyikapi itu, Wakil Ketua Komisi lV DPRD Sumenep Siti Hosna menyampaikan, ke depan pihaknya akan mengupayakan lebih terhadap stadion tersebut. Pihaknya juga mengakui, tidak elok dipandang kondisi stadion tersebut apalagi digunakan laga nasional.

“Kan termasuk nilai jual juga itu kan, banyak pemain dari luar yang datang ke sini, apalagi kelihatannya memang sering dipakai, maka memang idealnya ada tim keamanan dan kenyamanan, artinya tidak hanya perawatan tetapi ada petugas kebersihan juga,” tanggapnya. (ara/bri/waw)

Komentar

News Feed