oleh

Sempat Ditolak, Disparbudpora Sumenep Ngotot Ajukan Ulang Lima Budaya

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, kembali mengajukan kebudayaan yang sempat ditolak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Hanya saja, instansi tersebut ngotot mengajukan kembali dengan alasan untuk melengkapi persyaratan. 

 Terdapat, lima kebudayaan bukan benda yang diajukan ke Kemendikbud. Dari enam budaya itu, hanya 1 budaya yang diterima dan dinyatakan sebagai budaya asli di Sumenep.
“Ya, yang tidak diterima atau masih belum diterima itu kami ajukan lagi. Kami melengkapi persyaratan yang kurang,” ujar, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Disparbudpora Sumenep Robi Firmansyah, Minggu (28/3/2021). 

Menurutnya, setidaknya tahun 2020 lalu ada 6 budaya yang diajukan ke pemerintah pusat. Namun yang disepakati atau disetujui hanya 1 yakni, Tari Muang Sangkal sebagai budaya asli Sumenep, 5 lainnya masih diajukan ulang tahun ini. Yakni, Seni Sintung, Topeng Dhalang, Makanan Khas Kaldu Kokot, dan Makanan Khas Cake, yang diharapkan bisa disetujui untuk tahun ini.

“Seleksinya sangat ketat, kurang sedikit saja persyaratannya maka tidak diterima. Seperti sejarah yang menjadi titik tekan, dan kami sudah siapkan kekurangan-kekurangan itu,” imbuhnya.

Untuk tahun ini, yang sudah diajukan ulang pihaknya tidak bisa memastikan bisa lolos dan ditetapkan. Sebab, meski persyaratan-persyaratan yang dianjurkan dievaluasi sudah dilengkapi, proses seleksi sangat ketat.

“Tidak hanya di Sumenep yang mengusulkan, kabupaten lain juga. Selain ketat, tidak hanya budaya yang kami ajukan juga kuliner, dan setiap satu pengajuan tahapannya tidak selesai dengan singkat, butuh waktu untuk menguji,” pungkasnya. (ara/ito)

Komentar

News Feed