Sempat Gagal, Ahli Waris Covid-19 di Sampang Was-Was

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) KHAWATIR: Ahli waris sebagai penerima santunan bagi korban meninggal dunia akibat Covid-19 belum terealisasi.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pengajuan data ahli waris dari keluarga korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Kabupaten Sampang kembali diajukan. Saat ini, terdapat 12 ahli waris yang diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Hanya saja, hingga saat ini, tidak satupun ahli waris sudah menerima bantuan tersebut.

Apalagi, di tahun 2020 kemarin bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dibatalkan. Sehingga, tahun ini penerima merasa khawatir akan realisasi bantuan tersebut. Hal ini diungkapkan Ketua aliansi masyarakat dan pemuda Sampang (Ampas) Zainal Abidin, Minggu (9/5/21).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, gagalnya program dari Kemensos RI diambil alih oleh provinsi berdasarkan surat edaran (SE) Gubernur Jatim nomor 460/5026/107.4.07/2021 tentang Pemberian Santunan Kepada Korban Meninggal Karena Covid-19, dan dilanjut dengan surat Sekda Pemprov Jatim Nomor 460/650/107.4.07/2021.

“Dinas Sosial (Dinsos) Sampang perlu koordinasi dengan Pemprov untuk memastikan, kemudian disampaikan kepada penerima atau ahli waris. karena, jika dibiarkan mereka tetap akan berharap. Mereka, khawatir gagal seperti yang Kemensos RI,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Sampang M. Fadeli membenarkan hingga saat ini program bantuan korban meninggal karena Covid-19 tersebut belum ada kejelasan. Bahkan dari pengajuan, pada bulan kemarin nihil tindak lanjut. Sehingga, hingga saat ini realisasi program tersebut tidak diketahui.

Ditanya gagal tidaknya, dengan tegas ia menyampaikan tidak akan gagal, karena ahli waris sebelumnya sudah pernah diajukan ke Kemensos RI. “Memang belum ada kepastian, tapi kalau gagal tidak akan, karena berani mengeluarkan SE itu berarti sudah ada anggarannya. Kecuali ada aturan lain,” responnya.

Kendati demikian, upaya Dinsos untuk memastikan bantuan itu akan kembali koordinasi dengan petugas provinsi. Sebab, tidak realisasinya bantuan itu bukan hanya di Sampang, tetapi semua kota atau kabupaten di wilayah Jatim juga belum menerima realisasi bantuan. “Nominal yang diterima tidak seberapa, yakni hanya Rp5 juta. Data yang kami ajukan ada 12, dan bantuannya langsung masuk ke rekening ahli waris, jadi aman,” tukasnya.  (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *