Sempat Ganti Pihak  Rekanan, PT Garam Pastikan Pengerjaan Plengsengan Selesai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM SELESAI: Kondisi lahan garam di Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep masih proses pengerjaan di masa sanksi akibat sempat putus kontrak dengan rekanan.

KABARMADURA.ID, Sumenep -Pengerjaan lahan garam di Desa Banjar Barat, dan Desa Banjar Barat Timur Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep hingga saat ini belum selesai. Molornya pekerjaan terjadi akibat faktor alam yakni, cuaca hujan. Hal tersebut diungkapkan, General Manager (GM) Pengembangan PT Garam (Persero) Indra Kurniawan, Selasa (11/11/2020).

Menurutnya, perencanaan pengerjaan pada tahun 2012, hingga saat ini belum selesai. Awal mula pengerjaan dipasrahkan ke PT Said. Hanya saja pada saat itu, terjadi persoalan yang mengharuskan proses pekerjaan harus dihentikan atau putus kontrak. Bahkan, permasalahan itu saat ini digiring ke proses hukum.

Bacaan Lainnya

“Setelah itu dilanjutkan dikerjakan oleh PT Pundi dipertengahan 2019 hingga saat ini. Tapi untuk pekerjaannya memang belum selesai. Bahkan, sudah masuk pada denda, karena masa kontraknya, hingga 28 Oktober 2020. Pengerjaan saat ini tinggal kurang 1,3 persen itu pun tinggal perataan tanah yang belum selesai dan saat ini diselesaikan oleh PT Pundi,” ujarnya.

Indra mengatakan, pengerjaan plengsengan di dua lokasi itu menghabiskan anggaran Rp17,1 miliar. Menurutnya pihak rekanan belum bisa menyelesaikan kontrak pada bulan Oktober kemarin. Sehingga pada 29 Oktober 2020 hingga saat ini, rekanan memanfaatkan masa sanksi dan mandeknya pengerjaan akibat lahan masih basah.

“Pelaksanaan tersebut dikawal langsung oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim). Jadi pelaksanaan terhadap kontrak-kontrak dan adendumnya semuanya di kawal hasil review hasil Kejati. Segala pelaksanaan proyek tersebut selalu dirapatkan dan dikonsultasikan dengan Kejati. Jadi terhadap perubahan ataupun penambahan waktu itu terus dikoordinasikan,” jelasnya.

Ditegaskan, proses dari awal anggaran bersumber dari dana penyertaan modal negara (PMN) dan dari PT Garam. Rinciannya, anggaran PMN senilai Rp13 miliar dan selebihnya sekitar Rp4,1 miliar dari PT Garam. “Mudah-mudahan pengerjaan bisa diselesaikan secepat mungkin. Sehingga, bisa difungsikan sebagaimana mestinya,” harapnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *