oleh

Sempat Hampir Roboh, Masjid Bersejarah di Sumenep Kembali Padat Kegiatan

Kabarmadura.id/Sumenep-Masyarakat di Desa Aeng Panas, Kecamatan Pragaan, Sumenep patut berbahagia. Itu tidam terlepas masih berdirinya masjid tua yang bernama Masjid Al-Qosos.

Seperti yang diceritakan Ketua Takmir Masjid Al-Qosos Sufyanto, usia masjid tersebut setara dengan Masjid Jamik Sumenep yang sudah berdiri sejak tahun 1787.

Masjid Al-Qosos itu tidak sebatas tempat beribadah. Pada zaman dahulu, Sufyanto menuturkan, di sekitar masjid itu juga menjadi tempat persembunyian para pejuang kemerdekaan, termasuk sesepih di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqoyah Sumenep.

Namun pada tahun 2010, rumah ibadah itu sudah waktunya direnovasi. Bahkan, dia menyebutkan, kubah masjid mulai miring selain beberapa asilitas lainnya yang sudah termakan usia.

Tak ayal, pria berusia 50 tahun lebih itu mencari donator hingga ke Ibu Kota Indonesia Jakarta. Dia bertekad bisa mendapatkan uluran tangan Presiden Republik Indonesia (RI) saat itu Susilo Bambang Yudhoyono, serta Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Mega Wati Soekarno Putri.

Namun sayang, usahanya tidak berbuah manis. Padahal, dia berbekal uang pinjaman sebesar Rp5 Juta untuk hidup selama satu bulan mencari donatur Masjid Al-Qosos di Jakarta.

Alhasil, Sufyanto memutiskan untung pulang ke Madura guna menyodorkan proposal kembali kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sumenep.

“Satu bulan di sana (Jakarta) untuk cari donatur, tapi hasilnya nihil. Saya pulang. Saya urus prosal ke Pemda Sumenep,” ceritanya kepada Kabar Madura, Minggu (26/7/2020).

Beruntung sebelum pulang, dia sempat berteduh di depan toko lantaran hujan lebat. Sejumlah orang di sekitarnya bernincang soal kehebatan Achsanul Qosasi asal Pulau Madura.

Selepas mendengar perbincangan itu, dia dalam perjalanan mulai memikirkan, sekaligus penasaran terhadap AQ-sapaan familiar dari Achsanul Qosasi itu. Tak ayal, dia terus mencari tahu Tokoh Nasional itu yang saat ini menjadi Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Ketua Takmir Masjid Al-Qosos itu akhirnya mendapatkan informasi, AQ asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep. Dia pun langsung mencari rumah AQ di Sumenep.

Setelah berhasil menemukan rumah AQ, dia tidak langsung ketemu AQ. Akan tetapi, dia sudah dapat tahu wajah AQ dengan melalui foto yang berukuran besar di dingding.

Bahkan, Sufyanto sempat tetkejut ketika melihat nama AQ di foto tersebut bertambah Bahaudin yang diketahui tokoh Madura yang berhasil debat dengan fastur hingga bisa masuk Islam.

Saat itu, dia sebaas bersua dengan famili AQ yang bernama Chandra. Beruntung Chandra itu menyambut dengan baik, serta berjanni akan memfasilitasi untuk bersua langsung dengan AQ yang memiliki klub Madura United itu.

“Loh AQ ini putra Kiai Bahaudin? Sosok yang menang debat melawan fastur yang akhirnya masuk Islam. Ini benarkan sama Pak Candra yang nemuin saya. Awalnya tak kirain pak Candra itu Ahsanul, saya akan difasilitasi untuk ketemu beliau,” imbuhnya.

Angin segar pun didapatkan Ketua Takmir Masjid Al-Qosos itu, teritama ketika AQ akhirmya mendonasika Rp5 Juta untuk direnovasi. Namun, dia mendapatkan kabar, rencananya AQ bakal memberikan lebih, tapi masih didiskusikan.

“Akhirnya dari rapat itu saya dengar bocoran beliau akan membangun sampai masjid ini bisa ditempati. Saya sempat tidak percaya, tapi saya senang dan menangis mendengar kabar itu,” paparnya.

Tangis haru kembali pecah lantaran barang-barang material sudah mulai disuruh dijemput ke rumah AQ. Serta, arsitek yang meranang di rumah AQ akhirnya lanaung turun ke lokasi untuk menentukan bentuk masjid yang akan dibangun.

Tepat pada tahun 2010 atau sekitar 10 tahun silam, masjid itu sudah mulai dikerjakan. Selang tujuh bulan pengerjaan masjid sudah bisa dinikmati oleh masyarakat setempat. Bahkan, masjid tersebut diresmikan langsung oleh AQ usai rampung.

Kegiatan dari masjid itu mulai padat kembali. Dua lembaga pendidikan Anusyur dan Atthahiriyah mulai menjalankan kegiatan di masjid itu, seperti salat berjamaah dansetiap malam Selasa mengelar hataman Qur’an bersama warga sekitar.

“Alhamdulillah saya sangat senang, akhirnya tidak ada yang menyangka masjid akan kokoh seperti saat ini, dan yang menarik masyarakat tambah semangat,” pungkasnya. (ara/idy/nam)

Komentar

News Feed