Sempat Menghilang, Mantan Kades Banjar Talela Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) RAWAN KORUPSI: Penyimpangan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) menjadi perhatian khusus bagi kepolisian di Kabupaten Sampang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Mantan Kepala Desa (Kades) Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang akhirnya diringkus oleh aparat kepolisian. Laki-laki berinisial AZ itu, ditangkap di rumahnya oleh jajaran Satreskrim Polres setempat.

Tersangka AZ, sejak setahun lalu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) di Polres Sampang. Polisi sempat tidak mendeteksi keberadaannya. Diduga, AZ tersandung kasus dugaan penyimpangan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2018.

Bacaan Lainnya

Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz membenarkan adanya penangkapan mantan Kades Banjar Talela. Menurutnya, penangkapan berhasil dilakukan setelah polisi mengepung rumah AZ. “Kami meringkusnya setelah diketahui dia kembali ke Sampang,” ujarnya, Minggu (14/02/2021).

Dikatakan, tersangka AZ tidak kooperatif. Selama panggilan penyidik, AZ tidak pernah hadir. Sehingga, politisi terus melacak keberadaannya. Sebab, tersangka berusaha melarikan diri sejak sebelum ditetapkan sebagai DPO.

Selama ini, tersangka tidak ada di Sampang. Bahkan, lokasinya berpindah-pindah. Terungkap, jika tersangka selalu berada di Jakarta dan Surabaya. Namun akhirnya, diketahui sedang berada di Madura. “Kami lakukan penyelidikan sejak lama. Kami ketahui, jika tersangka sudah pulang ke rumahnya. Sehingga anggota kami melakukan penangkapan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, penetapan tersangka AZ, setelah bendahara Desa Banjar Talela, BA (inisial) dijebloskan ke penjara atas kasus dugaan korupsi pemalsuan stempel, serta tanda tangan dalam laporan surat pertanggungjawaban (SPJ) realisasi DD dan ADD tahun 2018.

Keterlibatan dua tersangka AZ dan BA, diduga memalsukan tanda tangan salah satu toko bangunan untuk memuluskan laporan realisasi DD dan ADD tahun 2018. Akibat perbuatannya, AZ diancam Pasal 263 Ayat 1 dan Ayat 2 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara. (man/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *