oleh

Sempat Minta Kiriman Uang, Keluarga Korban Mimpi Buruk Malam Kejadian Bencana Longsor di Pamekasan

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Bencana longsor menerjang Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan pada Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Bencana tanah longsor tersebut telah menewaskan lima santri dan satu mengalami patah tulang. Seorang lagi luka-luka.

Duka para keluarga korban pun tak terbendung. Sejumlah cerita pilu terungkap dari para keluarga korban lima santri yang meninggal.

Salah satunya Muhlis, salah satu keluarga korban dari Robiatul Adawiyah asal Desa Poreh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang.

“Saya tidak menyangka keponakan saya sudah ditemukan tidak bernyawa tertimbun material longsor,” terang Muhlis saat datang ke lokasi kejadian untuk mengambil barang-barang korban, Sabtu (26/2/2021).

Sebelum kejadian tersebut, dirinya menceritakan dua hari sebelum meninggal, pihaknya beserta korban melakukan vidio call untuk meminta kiriman uang.

Bahkan, pas malam kejadian dirinya sempat mimpi buruk; mobilnya mogok dan banyak yang mendorong.

“Pas malam kejadian saya sempat terbangun karena mimpi buruk. Habis itu saya tidak tidur lagi. Terus hampir Subuh, saya menerima telepon dari kiai kalau Wiwik sedang kritis. Saya kira almarhumah belum meninggal. Namun ketika saya sampai ke sini, saya sangat shock. Ternyata ponaan saya bukan kritis lagi. Tapi, sudah menjadi mayat,” tambahnya.

Menurutnya, hubungan emosional antara dirinya dengan almarhumah sangat dekat. Sebab, selama ini pihaknya lah menjadi orang tua angkat dari almarhum.

Sedangkan kedua orang tuanya sekarang masih ada di Malaysia.

“Almarhumah dititipkan ke saya mulai dari umur 11 tahun. Makanya almarhumah sudah saya anggap sebagai anak sendiri,” ungkapnya.

Bahkan, sampai saat ini, seluruh keluarga dan kedua orang tua korban masih belum percaya kalau Wiwik menjadi korban tanah longsor.

“Sampai saat ini orang tua korban yang di Malaysia masih belum percaya kalau anaknya telah pergi untuk selama-lamanya,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Komentar

News Feed