oleh

Sempat Ramai, Wisata Bukit Kalompek di Sumenep Tak Terurus

Kabarmadura.id/SUMENEP-Wisata Bukit Kalompek (WBK) di  Desa/Kecamatan Dungkek, sempat ramai didatangi pengunjung sejak dibuka pada tahun 2017. Akan tetapi, keadaannya kini mengenaskan dan terlantarkan, berbagai fasilitas yang ada sebelumnya sudah banyak yang rusak.

Salah satu pengunjung Moh Luthfi yang  masih datang ke sana dan ditemui Kabar Madura mengungkapkan bahwa dulunya memang banyak muda-mudi menghabiskan waktunya di Bukit Kalompek untuk sekadar berlibur, namun sekarang sudah tidak lagi karena tempat wisata tersebut sudah ditelantarkan.

“Ya gak tahu juga kenapa bisa ditelantarkan begini, kabarnya dulu di sini sering dijadikan tempat mesum. Mungkin saja karena hal itu sehingga ditelantarkan seperti ini agar tidak dijadikan tempat maksiat lagi, red) ungkapnya saat ditemui di lokasi, Minggu (19/5).

Berdasarkan pantauan Kabar Madura, beberapa fasiltas yang rusak antara lain sebuah properti menyerupai sayap di bagian timur sudah patah, kayu-kayu yang menjadi pagar banyak yang sudah patah juga. Selain itu, miniatur bagian depan perahu juga sudah rapuh, kurang aman jika diinjak, dan di hari itu pula tidak satu orang pun yang bertugas di sana.

Plt Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Imam Buchori mengungkapkan bahwa fluktuatif pariwisata baru memang panjang, tidak cepat, kadang ramai dan kadang pula sepi dalam jangka waktu yang lama. Akan tetapi, ia menambahkan, seandainya nanti WBK tersebut disinergikan dengan Pantai  Lombang dan Gili Iyang itu bagus.

“Ke depan, mungkin, dengan adanya segitiga (tempat wisata, red) katakanlah Lombang, Gili Iyang, Dungkek itu, mungkin Kalompek akan bagus,” jelas Buchori saat dihubungi, Senin (20/5).

Tempat wisata tersebut dikelola oleh pihak desa. Buchori menduga bahwa penyebab terlantarnya WBK itu karena tidak seimbangnya antara pemasukan dan pengeluaran untuk merawat dan mengelola tempat wisata tersebut, sedangkan pihaknya sendiri mengaku mempunyai prioritas sendiri dalam mengembangkan tempat wisata. Namun, apabila seadainya ada destinasi wisata di tingkat desa yang memiliki progres bagus, maka pemerintah kabupaten akan memeberikan bantuan. (mad/rei)

Komentar

News Feed