Sempat Zona Merah, Batuputih Tetap Terapkan PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) SE GUBERNUR: Penerapan PTM tetap berlanjut, tanpa memandang zona dalam persebaran peta Covid-19.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dalam peta persebaran Covid-19 di Kecamatan Batuputih, sempat ada yang masuk zona merah. Tetapi, pembelajaran tatap muka (PTM) tetap berlangsung. Penerapan PTM sama dengan sekolah yang tidak ada di posisi zona merah.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, zona merah tidak berpengaruh terhadap PTM. Penerapan PTM tetap berlanjut tidak memandang zona (zona hijau, kuning, orange, dan merah). “Hal itu berdasarkan surat edaran (SE) Gubernur Jawa Timur,” katanya, Selasa (2/2/2021)

Bacaan Lainnya

Samsul mengutarakan, surat edaran gubernur yang dimaksud yakni, nomor 420/8174/10.1.1/2020 tentang penyelenggaraan pada tahun 2020/2021 dan tahun akademik 2020/2021 pada masa Covid-19 dengan dasar menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor 4206546/SJ. “Meski PTM tetap berlanjut, tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap mantan Kepala SMAN 1 Sumenep itu.

Menurutnya, penerapan PTM maksimal 50 persen dari siswa yang ada, atau maksimal kelas diisi 18 siswa, yakni dengan mengacu pada protokol kesehatan, yang dalam setiap harinya jumlah jam tatap muka yakni  4 jam pelajaran. “Pada prinsipnya penerapan PTM tidak lepas dari keselamatan, kesehatan semua peserta didik dan penyelenggaraan pendidikan,” paparnya.

Pantauan terhadap masing-masing sekolah dilakukan setiap hari secara bergantian. Dari 151 sekolah di antaranya, SMAN sebanyak 12, dan SMA swasta ada 71, SMKN ada 3, serta SMK swasta ada 60 sekolah dan PKPLK negeri ada 1, sedangkan swastanya ada 3 sekolah. “Akhir Februari akan dievaluasi,” tegas dia.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep Mohammad Saidi mengakui, zona merah di Kecamatan Batuputih tidak berpengaruh terhadap PTM. Disdik Sumenep melakukan pantauan terhadap sekolah-sekolah. Tujuannya, untuk memastikan penerapan PTM. “Kami terus melakukan pantauan,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Seksi Pendidikan dan Madrasah (Pendma) Zainurrosi, tidak satu pun sekolah di bawah naungan Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep yang penerapan PTM-nya dihentikan “Meski di Kecamatan Batuputih sempat zona merah, PJJ tidak diberlakukan,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep M. Syukri menegaskan, penerapan PTM sangat diperlukan. Sebab, selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) khususnya di daerah pedesaan tidak maksimal, mengingat fasilitas tidak memadai. “Orang tua siswa banyak mengeluh karena selama PJJ tidak dapat mendampingi anaknya untuk mengoperasikan internet,” ucap politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Selain itu, penerapan PJJ juga banyak membuat banyak mengeluarkan dana khusus paketan, handphone, dan lainnya. Jadi, penerapan PTM sangat positif asalkan  protokol Covid-19 tetap dijalankan. “Bismillah PTM tetap berlanjut sesuai arahan pemerintah,” pungkasnya (imd/km58)

 

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *