oleh

Semua Pintu untuk Mengklaim Biaya Buntu, Perawatan Pasien Covid-19 Masih Ditalangi Rumah Sakit

Kabarmadura.id/SUMENEP-Biaya perawatan pasien Covid-19 yang diklaimkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sejauh ini tidak kunjung dicairkan.

Direktur RSUD Sumenep dr. H. Moh. Anwar Sumenep Dr. Erliyati mengatakan, jika klaim yang diajukan ke pemerintah pusat tidak diterima, maka akan diajukan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semenep.

“Tunggu dulu, masih menunggu pemerintah pusat. Kalau tidak ada, kami akan mengajukan pada pemkab,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Diketahui, dana yang diajukan ke Kemenkes senilai Rp400 juta. Sebelumnya hanya dicairkan Rp200 juta.

Sementara Humas RSUD Dr. H. Mohammad Anwar Sumenep Arman Endika Putra mengatakan, biaya yang diklaimkan itu untuk perawatan 20 pasien. Sementara dana Rp200 juta yang turun, hanya untuk uang muka perawatan 14 pasien.

“Klaim selanjutnya akan diajukan setelah klaim awal sudah terpenuhi. Harapannya, klaim biaya perawatan dapat terpenuhi dari jumlah pasien Covid-19 yang sudah dirawat di rumah sakit,” ujar dia

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Sumenep Bambang Sanyoto mengatakan, klaim dari RSUD Sumenep sudah yang diajukan masih menunggu persetujuan dari Kemenkes RI.

BPJS Kesehatan sudah memverifikasinya dan sesuai dengan ketentuan dalam petunjuk teknis klaim penggantian biaya perawatan.

“Biaya klaim (setelah cair, red) akan ditransfer ke rekening instansi pemohon (rumah sakit, red) oleh Kemenkes dalam kurun waktu 3 hari kerja,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Edy Rasiadi mengatakan, jika RSUD minta pengganti biaya kepada pemkab, diperkirakan tidak bisa dipenuhi. Pihaknya menyarankan pihak rumah sakit menggunakan anggaran penanganan Covid-19 yang telah dialokasikan ke rumah sakir.

“Sementara dana Rp21 miliar yang sudah ada saya harap dicukupkan,” pungkasnya. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed