Sengaja Melanggar Protkes di Sampang, Jeruji Besi Menunggu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN)

KABARMADURA.ID. SAMPANG – Maraknya kesengajaan melakukan pelanggaran protokol kesehatan (protkes) menjadi atensi Pemerintah Kabupaten (pemkab) Sampang. Sehingga, jika terbukti sengaja melanggar, akan ditetapkan undang-undang (UU) Karantina Kesehatan dan bisa dipidanakan. Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sampang Yuliadi Setiawan, Minggu (8/8/2021).

Menurutnya, perlu tindakan bagi pelanggar protkes. Sebab, selama ini masih saja ada pihak-pihak yang sengaja tetap menggelar kegiatan yang melanggar protkes. “Kami perlu bersikap lebih tegas. Karena, ada beberapa kali pelanggaran yang sepertinya ada unsur kesengajaan lantaran sanksinya hanya uang. Perlu kami lakukan tindakan lain sebagai efek jera kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia merencanakan, akan menggunakan undang-undang yang bisa mempidanakan para pelanggar protkes. Yakni, penegakan janji bersifat ultimum remedium. Dengan adanya penerapan itu, maka warga yang sengaja melanggar protkes bisa dikenakan sanksi pidana penjara. Hal itu, sudah diatur pada pasal 92, 93 dan 95.

“Pada pasal itu disebutkan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp100 juta,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut dia, penerapan dikhususkan bagi siapa saja yang memang terbukti dengan sengaja melanggar protkes. Sebelum itu, jauh sejak awal wabah Covid-19, pemerintah sudah mengumumkan agar patuh melaksanakan protkes. Sehingga, jika masih ada yang sengaja mendatangkan banyak orang akan diberi sanksi sesuai UU Karantina Kesehatan.

Yuliadi Setiawan menegaskan, rencana penerapan UU Karantina Kesehatan dilakukan setelah dinilai Peraturan Bupati (Perbup) kurang efektif. Sebab, sanksinya lebih ringan. Sesuai Perbup Nomor 53 Tahun 2020 atau UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan maupun UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit menular.

“Kami akan melakukan tindakan tegas jika sudah dilakukan peringatan masih melanggar. Sanksi tentunya jauh lebih berat dari yang sebelumnya. Sehingga, menjadi pertimbangan kepada siapa saja yang merencanakan menggelar kegiatan yang melanggar protkes,” tegasnya.

Sebelumnya, terjadi pelanggaran protkes saat pandemi di Sampang. Dua kali digelar hiburan yang mengundang banyak massa dan terbukti melanggar protkes di Kecamatan Camplong Sampang. Termasuk, satu kali kegiatan musik di Kecamatan Kedungdung Sampang. (man/ito)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *