oleh

Sengkarut Pengelolaan Sampah di Socah

Kabarmadura.id/Bangkalan-Persoalan sampah di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan terus berlanjut dan belum menemukan titik terang. Banyaknya sampah yang berserakan bukan masalah kecil, karena dapat menimbulkan dampak besar yang dapat mempengaruhi sosial kehidupan masyarakat, baik kesehatan masyarakat maupun pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

Diketahui bahwa di Kabupaten Bangkalan hanya memiliki satu lokasi pembuangan sampah yang resmi milik pemerintah, yaitu tempat pembuangan akhir (TPA) yang terletak di Desa Buluh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Sayangnya, TPA tersebut sudah tidak mampu menampung luberan sampah dari seluruh kecamatan di Bangkalan.

Akibatnya, sampah berserakan di berbagai tempat di Kecamatan Socah, contohnya di sepanjang Jalan Buluh di sisi kiri jalan dan di Jalan Pedeng juga terdapat tumpukan sampah yang terletak disisi kiri jalan. Hal ini ditambah dengan perilaku masyarakat yang membuang sampang secara sembaranga. Kondisi ini tentunya menggangu masyarakat sekitar dan pengguna jalan yang melintasi jalur tersebut.

Camat Socah Abd Rohman menyampaikan, permasalahan sampah merupakan permasalahan seluruh masyarakat, karena tanpa dukungan masyarakat tidak mungkin bisa terselesaikan. Selain itu,  leading sektor pemerintah kabupaten (Pemkab) Bangkalan, yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga harus tanggung jawab.

“Ada informasi yang menyudutkan kecamatan. Seharusnya DLH tidak harus lempar tanggung jawab  tetapi mencari solusi yang terbaik sehingga agar dampak yang dirasakan oleh masyarakat terutama warga Desa Buluh bisa diminimalisir dan syukur-syukur terbebas dari sampah,” ungkapnya, Selasa (12/11).

Pihaknya akan menyampaikan ulang ke DLH untuk menyediakan tempat sampah sementara sehingga bisa mempermudah masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Sebelumnya pihaknya sudah berkomunikasi dengan DLH, tetapi sampai saat ini belum terrialiasasi karena masih menunggu sosialisasi ke masyarakat tentang pembuangan sampah dan retribusi yang akan ditarik dari masyarakat.

“Kami sudah komunikasi dengan kades terutama Desa Buluh dan Petaonan. Mereka siap mengkafer retribusi yang sesuai dengan ketentuan. Tetapi masyarakat harus memahami tentang pengelolaan sampah ini, agar sampah tidak dibuang secara sembarangan,” pungkasnya. (km50/pai)

 

Komentar

News Feed