Sengketa Pilkades Kelbung Kecamatan Galis, Bupati Bangkalan-Kades Sepakat Banding

(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM TUNTAS: Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron memberikan tanggapan mengenai hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tentang sengketa Pilkades Kelbung, Kecamatan Galis.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya terkait sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kelbung, Kecamatan Galis, Bangkalan sudah terbit sejak tanggal 18 Januari 2022 lalu. Sesuai putusan Nomor: 124/G/2021/PTUN.SBY menyatakan batal terhadap surat keputusan Bupati Bangkalan Nomor: 118.45/065/KD/433.110/2021 tentang Pengesahan dan Penetapan Pemberhentian Kades dan Pengangkatan Kades Kelbungs tertanggal 28 Juni 2021.

Selain itu, dalam putusan PTUN juga mewajibkan tergugat untuk mencabut surat keputusan Bupati Bangkalan tentang pengesahan dan penetapan pemberhentian kepala desa dan pengangkatan kepala desa Kelbung serta menghukum tergugat I dan tergugat II intervensi untuk membayar biaya perkara secara tanggung renteng Rp485 ribu.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron selaku tergugat mengaku, hingga saat ini  proses hukum masih berjalan. Sehingga masih ada tahapan selanjutnya. “Sesuai laporan yang kami terima, tergugat yang dirugikan masih bisa melakukan banding,” ujarnya, Kamis (3/3/2022)

Bacaan Lainnya

Menurutnya, yang digugat ke PTUN merupakan surat keputusan (SK) bupati. Namun yang dirugikan, kades terpilih. Untuk itu, pihaknya akan mengajukan banding terhadap putusan PTUN tersebut. Sebab tidak menginginkan keputusan yang merugikan kades diterima oleh PTUN.

“Kami akan ajukan banding. Hasilnya kami kembalikan ke pengadilan. Kalau melihat jadwal, kami nanti akan lanjutkan di pertengahan Maret ini,” ucapnya.

sementara itu Samsuri selaku penggugat berjanji, akan terus mengikuti proses persidangan. Sebab meyakini, tindakannya benar dan lebih dekat dengan kemenangan. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan akan terjadi kasus yang sama pada proses pilkades selanjutnya.

“Lebih baik kami perjuangkan dan akan menjadi bahan evaluasi kedepan. Kami akan terus ikuti alurnya, demi kesejahteraan masyarakat. Karena kami ingin pilkades selanjutnya tidak begini, jadi tidak perlu begini lagi,” responnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.