Sengketa Tanah, Kelanjutan Pasar Batuan Mandek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BURAM: Hingga tahun 2021 Kelanjutan Pasar Batuan tidak ada kejelasan. Sampai saat ini penyelesaian sengketa belum penanganan khusus dari pihak terkait.

KABARMADURA.ID, SUMENEP– Kelanjutan pembangunan Pasar Batuan belum ada kejelasan. Hal itu terbukti pada tahun ini tak kunjung ada pengerjaan. Bahkan pembangunan yang sebelumnya sempat dihentikan namun sampai saat ini kelanjutannya belum ada kepastian.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Dwi Saputra menyampaikan, tidak dilanjutkannya pembangunan Pasar Batuan masih ada dua sebab. Pertama, sengketa tanah yang semula dibangun masih belum selesai. Kedua anggarannya masih belum dicairkan. 

“Tidak ada kejelasan. Menunggu saja lah. Jika nanti sudah ada kejelasan akan kami infokan,” katanya, Minggu (17/01/2021)

Dikatakannya, pembangunan Pasar Batuan dikerjakan secara bertahap. baik dari pembelian tanah hingga pelaksanaan pembangunan pagarnya. Pembangunan pagar sudah dilaksanakan dengan menelan dana Rp650 juta. Dan setelah pembangunan tersebut maka akan dilaksanakan kelanjutan pembangunan pasar yang akan menelan Rp4 miliar, namun hingga saat ini belum ada kejelasan. 

Dijelaskan, anggaran tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), yang nantinya akan melanjutkan pembangunan. Dengan demikian, dapat digunakan para pedagang yang membutuhkan. “Pembangunan akan dibangun untuk meminimalisir padatnya pembeli di Pasar Anom Sumenep,” paparnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep Moh. Subaidi mengharapkan, agar pembangunan Pasar Batuan segera terealisasi. Dengan begitu, pasar tersebut nantinya mendobrak perekonomian masyarakat serta meningkat PAD.

“Dinas terkait juga dapat segera mengusahakan pasar cepat dibangun,” tuturnya. 

Subaidi menegaskan, pembangunan Pasar Batuan  itu diharapkan dapat dikunjungi para penjual dan pembeli. Sehingga, masyarakat Sumenep tidak lagi kerepotan dalam melakukan transaksi jual beli. Sehingga, Masyarakat tidak bertumpu pada satu pasar saja, seperti di Pasar Anom.

“Pembangunan pasar memang sangat penting dilakukan, Disperindag harus jemput bola bukan lantas menunggu bola,”tandasnya. 

Sebelumnya, Pemilik tanah R. Soehartono mengatakan, tidak rela kalau tanahnya diserobot begitu saja oleh Pemkab Sumenep. “Saya tidak terima tanah milikku diserobot tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, itu hak saya, sesuai surat tanah,” singkatnya. (imd/mam)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *