Sengketa Tanah Pasar Batuan Tunggu Putusan PN

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Sengketa tanah menjadi masalah utama lambatnya proses kelanjutan pembangunan Pasar Batuan.

KABARMADRA.ID, SUMENEP– Sengketa tanah di Pasar Batuan, Kecamatan Batuan tak kunjung ada penyelesaian. Sehingga kondisi itu berdampak terhadap kelanjutan pembangunan Pasar Batuan. Sementara dari dinas terkait belum bisa memberikan kepastian, bahkan mulai angkat tangan.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Sumenep Firdaus mengatakan, penanganan sidang kasus sengketa tanah Pasar Bantuan diprediksikan akan memakan waktu yang lama. Sebab, selain penundaan, terlebih adanya Covid-19.

“Perkara saat ini sudah berjalan, Tetapi sangat lama “katanya, Minggu (24/01/2020)

Dijelaskan Firdaus, agenda sidang yang sudah selesai digelar, yakni mediasi, pembacaan gugatan, replik dan duplik. Selanjutnya masih tahapan dari bukti penggugat, kemudian saksi dari tergugat.
“kesimpulan dari penggugat masih tinggal 3 kali acara,”

Dikatakan, Saksi bisa saja dihadirkan selama 3 minggu atau lebih, tergantung kesiapan dari para pihak. Jadi, prosesnya masih lama. Proses lanjutan akan dilaksanakan pada (28/01/2020), mengenai bukti surat tambahan dari penggugat dan saksi untuk penggugat.

“Kami mengusahakan cepat selesai. Sehingga, kasus tersebut segera tuntas,” paparnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Agus Dwi Saputra mengakui, pembangunan Pasar Batuan tidak dilanjutkan karena tanahnya masih sengketa. Saat ini masih dalam tahap persidangan tentang gugatan tanah.

“Seandainya urusan tanah sudah selesai. Maka, pembangunan sudah selesai,” ucapnya.

Dikatakannya, jika tanah sudah dibeli Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Sehingga, secara hukum sudah menjadi hak pemkab. Namun, di tengah perjalan ternyata ada yang mengaku tidak terima tanahnya dilakukan pembangunan Pasar Batuan.

“Saya tidak tahu mengenai miliknya siapa. Tetapi, yang jelas kami sudah membeli,” ujarnya.

Ditambahkannya, pembangunan Pasar Batuan dikerjakan secara bertahap. baik dari pembelian tanah hingga pelaksanaan pembangunan pagarnya. Pembangunan pagar sudah dilaksanakan dengan menelan dana Rp650 juta.

Dia menegaskan, pembangunan pasar batuan memang sangat penting untuk dapat dikerjakan. Alasannya, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Utamanya, masyarakat Batuan. Selain itu dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Kami hanya menunggu kabar selanjutnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemilik tanah R. Soehartono mengatakan, tidak rela kalau tanahnya diserobot begitu saja oleh Pemkab Sumenep. “Saya tidak terima tanah milikku diserobot tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, itu hak saya, sesuai surat tanah,” tukasnya. (imd/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *