oleh

Seniman Hiburan Demo Ngebet Ingin Manggung Lagi, Pemkab Tidak Beri Kepastian

KABARMADURA.ID, Sumenep – Gerakan Pekerja dan Pecinta Seni Sumenep (Gerpas) menggelar aksi demonstrasi, Rabu (11/11/2020). Mereka menuntut pagelaran seni kembali diberikan panggung agar mendapatkan penghasilan kembali.

Demonstrasi itu melibatkan lebih dari seribu orang. Peserta aksi didominasi pekerja hiburan. Mereka selama ini menggantungkan penghasilannya dari kegiatan hiburan, seperti orkes dangdut, ketoprak, ludruk, sinden dan kesenian yang lain.

Seperti yang dialami kelompok ludruk Rukun Famili asal Kecamatan Saronggi, Sumenep. Sejak April lalu,  ada sekitar 15 undangan manggung yang dibatalkan. Panggilan dari dalam Kecamatan Saronggi saja, sekali manggung bertarif Rp10 juta, belum jika di luar Saronggi, akan beragam dan tergantung jarak yang ditempuh.

Aksi diawali dengan berjalan kaki dari depan Taman Adipura menuju kantor Sekretariat Kabupaten Sumenep. Setelah itu, mereka berorasi di depan kantor bupati Sumenep tersebut.

Tidak sampai setengah jam,beberapa perwakilan peserta aksi difasilitasi audiensi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Audiensi di salah satu ruang kantor Setkab Sumenep tersebut, berlangsung sekitar satu jam. Audiensi dilakukan secara tertutup.

Seusai berdialog dengan pihak Pemkab Sumenep, salah satu koordinator aksi bernama Bambang Hudawi, kembali masuk barisan demonstrasi dan menyampaikan bahwa pemkab belum memberikan keputusan yang valid.

“Kami besok sore dipastikan sudah bisa goyang dan manggung normal lagi, bupati yang diwakili asistennya masih mau rembuk teknisnya, intinya mulai besok kita pasti sudah bisa,” ungkap lantang Bambang Hudawi di atas mobil yang jadi panggung orasi.

Mereka kebanyakan dari seniman seni tradisi.Sudah hampir setahun,aktivitas hiburan dari kearifan lokal itu lumpuh lantaran wabah Covid-19. Macetnya pagelaran itu, benar-benar membuat mereka terpukul, karena penghasilannya juga mampet.

Sehingga jika keputusan pemkab tidak berpihak atau tidak respek, maka pihaknya akan menggelar kembali aksi lebih besar, apalagi di Sumenep sudah lepas dari zona merah.

“Maka jika tuntutan ini tidak diterima, maka kami turun jalan lagi, kami bawa anak-anak, maka besok kami bisa manggung lagi,” imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Pelaksanatugas (Plt) Asisten lll Pemkab Sumenep Agus Dwi Saputra mengatakan, tuntutan massa masih diparipurnakan bersama tim satgas Covid-19.Terkait keputusannya, saat ini belum ada kepastian.

“Mereka kan mengklaim sendiri, kami besok akan membicarakan dengan Forkopimda, semua pendapat akan kami pertimbangkan, tergantung besok lah, mau lanjut atau tetap tidak izinnya,” paparnya.

Terkait ancaman akan turun jalan lagi, pihaknya menilai hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya.

“Ya kalau diizinkan, silakan, tidak apa-apa aksi lagi,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed