Seorang ASN di Lingkungan Pemkab Sampang Diberhentikan Secara Tidak Hormat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) DISANKSI: Selama 2020 terdapat l tiga orang ASN di lingkungan Pemkab Sampang yang dijatuhi sanksi sedang hingga berat.

Kabarmadura.id/Sampang-Selama tahun 2020 terdapat sebanyak tiga orang aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, dijatuhi sanksi sedang hingga berat. Bahkan satu diantaranya berujung pemecatan.

Hal itu sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Yuliadi Setiawan melalui Kepala Bidang (Kabid) Informasi Kepegawaian dan Pengembangan Karir Hendro Sugiarto. Dirinya mengungkapkan, ASN yang dijatuhi sanksi rata-rata karena melanggar disiplin.

Bacaan Lainnya

Adapun proses pemberian sanksi itu, kata dia, pertama diberikan teguran oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terlebih dahulu, kemudian jika tetap mengulangi, maka dilaporkan ke BKPSDM, setelah itu diproses oleh pihak inspektorat dan diajukan kepada bupati untuk mendapatkan rekomendasi sanksi bagi yang bersangkutan.

“Sampai bulan Juli 2020, sekurangnya sudah ada tiga ASN yang dijatuhi sanksi, bahkan satu diantaranya diberhentikan karena pelanggarannya berat dan tidak bisa ditoleransi, sedangkan yang dua mendapat sanksi sedang,” ungkap Hendro Sugiarto kepada Kabar Madura, Rabu (15/7/2020).

Dia menguraikan, adanya abdi negera yang dijatuhi sanksi itu, bukan karena pembinaan terhadap ASN tidak jalan. Pihaknya mengaku rutin menjalankan program pembinaan. Namun, itu semua tergantung pribadi masing-masing ASN.

“Ini semua tergantung pribadi ASN, jadi yang tetap saja ada yang melanggar dan dijatuhi sanksi,” urainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Sampang Ubaidillah berharap, kasus ASN yang tidak disiplin hingga dijatuhi sanksi harus bisa diminimalisir. Upaya pengawasan dan pembinaan terhadap ASN wajib ditingkatkan, sehingga para andi negara lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Di sisi lain, aparatur negara harus bisa menjadi contoh, teladan yang baik bagi masyarakat. Apalagi kata dia, para ASN hidupnya sudah dijamin oleh negara, sehingga tidak ada alasan untuk mengecewakan dan mencoreng nama baik sebagai abdi neraga dengan tindakan-tindakan yang kurang terpuji dan melanggar aturan yang ada.

“Kami harap para abdi negera bisa menjadi teladan bagi kita semua, mereka hidupnya sudah dijamin oleh negara, maka harus sadar diri,” tandasnya.

Catatan Kabar Madura, pada tahun 2019 lalu, tercatat sebanyak 33 ASN di lingkungan Pemkab Sampang yang dijatuhi sanksi, lantaran terbukti melanggar disiplin, kode etik sebagai abdi negara dan bentuk tindakan yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku lainnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *