oleh

Seorang Guru Ngaji di Pamekasan Mengeluh Tidak Terima Bansos

Kabarmadura.id/Pamekasan–Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dalam memberikan bantuan sosial (bansos) terhadap guru ngaji selama masa darurat Covid-19, rupanya masih belum menyentuh secara sempurna kepada masyarakat.

Hal itu dirasakan oleh Mohammad Rofik salah seorang guru ngaji yang mengeluh karena tidak menerima bansos. Dia mengaku tidak menerima bantuan sejak awal diumumkan adanya bansos untuk guru ngaji.

Sementara menurutnya, terdapat mushola yang tidak memiliki santri, namun mereka tetap mendapatkan bansos. Sementara dirinya yang memiliki murid ngaji tidak menerima bantuan tersebut.

Dirinya berharap, Pemkab Pamekasan bisa bersikap adil dengan memastikan bahwa setiap data yang dimiliki akurat dan sudah sesuai dengan fakta di lapangan.

“Sementara ada mushola yang tidak punya murid namun tetap dapat bansos,” keluhnya, Kamis (23/7/2020).

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Ach. Zaini mengaku, pihaknya selalu terbuka jika ada keluhan dan komplain yang ingin disampaikan oleh setiap masyarakat. Pihaknya tidak pernah menutup ruang untuk menerima keluhan masyarakat.

Namun demikian, Zaini meminta masyarakat memastikan bahwa data yang diajukan sebelumnya sudah benar dan sesuai dengan status asli yang bersangkutan. Sehingga dapat diketahui apakah yang bersangkutan memang tidak terdata atau memang terdapat hal dalam data yang mengakibatkan tidak bisa menerima bansos.

“Silahkan datang ke kantor dan kami akan periksa kembali datanya. Karena harus dipastikan apakah memang tidak terdata atau bagaimana,” ujarnya. (ali/pin)

 

Komentar

News Feed