oleh

Separuh Laporan Korupsi Tahun 2019 Dihentikan

Kabarmadura.id/Sumenep-Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep mencatat, sekitar 56 surat laporan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang sudah diterima selama tahun 2019, sementara yang telah ditelaah dan berlanjut ke tahap selanjutnya hanya sekitar 50 persen.

Kepala Seksi (Kasi) Intel (Pidsus) Kejari Sumenep Novan Bernadi menyampaikan, jumlah kasus yang dilaporkan, didominasi oleh kasus dugaan penyalahgunaan bantuan beras di tingkat desa, terhitung mulai raskin dan berubah ke rastra.

Sedangkan alasan tidak berlanjut ke tahap selanjutnya, kebanyakan kurang pengkajian sebelum dilaporkan.

“Biasa kalau kasusnya kepala desa yang dilaporkan karena raskin, tetapi apa pun kasusnya, pasti akan ditindaklanjuti asalkan syarat atau berkas-berkasnya lengkap. Sementara sejauh ini sudah separuh yang sudah dikembalikan,” katanya, Minggu (9/2/2020).

Novan merinci, terhitung sejak Januari hingga Desember tahun 2019, penanganan kasus hukum tipikor beragam proses yang sudah dilakukan Kejari Sumenep. Untuk yang diselidiki terdapat 5 perkara, kemudian dilanjutkan ke penuntutan ada 4 perkara dan dirampungkan 1 perkara. Khusus eksekusi terpidana terdapat tiga orang.

Sementara yang lainnya, masih terus didalami. Sehingga sampai awal tahun ini, terdapat beberapa kasus yang sudah dinyatakan layak dilanjutkan. Bahkan pihaknya sering menyampaikan bahwa pelaporan hendaknya dirampungkan terlebih dahulu termasuk berbagai opsi yang bisa dijadikan bukti.

“Sifatnya tidak asal melaporkan, karena ini buktinya yang kami kaji selama ini pasti banyak yang terkesan asal-asalan saja,” imbuhnya.

Apalagi yang menjadi titik tekan dari pihaknya adalah pertimbangan untuk melakukan penyelidikan, membutuhkan biaya cukup besar. Sehingga jika jumlah kasus korupsi dengan nilai kerugian negara cukup kecil, ketika dikalkulasi, justru tidak ada kontribusi terhadap negara.

“Bahkan tambah rugi negara nanti kan,” pungkasnya. (ara/waw)

LAPORAN KASUS KORUPSI KEJARI SUMENEP

56 laporan kasus korupsi

50 persen tidak dilanjutkan

Januari hingga Desember tahun 2019

Diselidiki: 5 perkara

Penuntutan 4 perkara

Dirampungkan 1 perkara

Terpidana 3 orang

Komentar

News Feed