Sepekan Diberlakukan  PTM Terbatas, Disdik Belum Temui Kendala

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST FOR KM) PANTAU: Pelaksanaan PTM di tengah wabah Covid-19 Sampang tidak menemui kendala.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Terhitung mulai tanggal (18/8/2021) kemarin, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk berbagai jenjang pendidikan.

Penerapan PTM terbatas itu dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dan pengawasan dari Satgas Covid-19 setempat. PTM terbatas itu digelar mengacu kepada ketentuan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan hasil koordinasi dengan Tim Satgas Kabupaten. Terlebih. Sampang saat ini berada dalam tingkatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2.

“Kita menjalankan PTM ini sudah satu pekan, dan sampai sekarang tidak ada kendala maupun keluhan, baik dari pihak sekolah maupun orangtua siswa, semuanya berjalan lancar,” ucap Plt. Kepala Disdik Sampang Nor Alam kepada Kabar Madura, Selasa (24/8/2021).

Dia menguraikan, penerapan PTM terbatas itu dilaksanakan dengan kapasitas 50 persen dari total jumlah siswanya, dan harus memenuhi berbagai persyaratan tertentu, yakni semua guru dan tenaga kependidikan harus sudah divaksin dan lembaga memiliki fasilitas penunjang penerapan prokes Covid-19, serta kondisi lingkungan sekitar sekolah dan tempat tinggal siswa berada pada zona rendah risiko Covid-19.

Lanjut Nor Alam, pelaksanaan PTM terbatas tersebut sudah atas persetujuan dari orangtua peserta didik, komite sekolah, dan Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan di setiap wilayah. Pelaksanaan PTM itu masih akan dievaluasi terus untuk menentukan dilanjutkan atau tidak serta pengembangannya.

“Bagi siswa maupun guru yang belum memenuhi persyaratan PTM ini, semisal belum divaksin, maka untuk sementara yang bersangkutan ini tetap ikut pembelajaran jarak jauh (PJJ), karena setiap hari para siswa ini masih bergantian masuknya,” ulasnya.

Ia juga mengutarakan, manakala ditemukan siswa ataupun tenaga pendidik di salah satu sekolah yang tidak memenuhi ketentuan prokes yang telah ditetapkan Satgas Covid-19 setempat,, maka yang bersangkutan akan mendapatkan sanksi dari pihak yang berwenang.

“Jika ada yang tidak patuhi prokes Covid-19 ini, maka Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang yang  langsung memberikan teguran terhadap pihak sekolah dan yang bersangkutan ini,” terangnya. (sub/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *