Sepi Peminat, Puluhan Sekolah di Sampang Kekurangan Calon Kepsek

  • Whatsapp
FOTO: KM/IST FOR KM) BELUM TERPENUHI: Disdik Sampang mengaku kekurangan calon kepala sekolah untuk mengisi kekosongan di sejumlah lembaga.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang kekurangan calon kepala sekolah (kepsek) untuk ditempatkan di sejumlah sekolah. Hingga saat ini, jumlah lembaga yang dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) mencapai 75 sekolah yang tersebar di berbagai kecamatan.

Adapun jumlah calon kepsek yang sudah diikutkan diklat pada bulan Juni 2021 kemarin, hanya sekitar 35 orang. Saat ini hanya menunggu ketentuan lulus dan tidaknya dari lembaga yang berwenang. Sementara itu, Sampang masih kekurangan stok calon kepsek sekitar 40 orang untuk diangkat menjadi kepsek definitif.

Bacaan Lainnya

“Yang pasti, kita masih kekurangan calon kepsek yang jumlahnya terus bertambah, karena ada kepsek yang meninggal dan pensiun. Sampai saat ini, kita masih kekurangan calon kepsek sekitar 40 orang,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sampang Ach. Mawardi, Selasa (27/7/2021).

Pria yang akrab disapa Wawang itu menguraikan, kekurangan calon kepsek diklaim lantaran minat guru di Sampang untuk menjadi kepsek relatif rendah. Utamanya guru-guru yang sudah memenuhi persyaratan dan usianya yang sudah mendekati pensiun. Selain itu, faktor lainnya yaitu lantaran tanggung jawab kepsek sangat besar sementara tunjangannya tidak seimbang dengan beban kerjanya.

“Alasan sebagian guru yang sudah memenuhi syarat ini bervariasi, ada yang tidak mau repot lagi, ada yang karena sudah hampir pensiun, ada yang hanya ingin fokus mengajar saja,” ulasnya.

Lanjut Wawang, kekurangan calon kepsek terjadi di jenjang pendidikan sekolah dasar (SD). Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP) di bawah naungan Disdik Sampang dipastikan kelebihan stok, karena  calon kepseknya ada, tapi posisinya tidak ada yang kosong.

Sekolah yang dijabat Plt tersebut mayoritas terletak di wilayah pantai utara (Pantura), meliputi Kecamatan Banyuates, Sokobanah, Ketapang, dan Karang Penang. Sementara untuk wilayah selatan relatif memadai dan terkendali. Kendati ada kekurangan, jumlahnya tidak banyak.

“Meskipun puluhan sekolah tetap dijabat Plt tentu tidak sampai mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dan administrasi sekolah, karena tugas dan tanggung jawabnya sama dengan pejabat definitif, hanya saja tidak bisa memberikan sanksi,” ungkapnya. (sub/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *