oleh

Sepi Pendaftar, Vaksinasi Tahap II  di Sumenep Terancam Ditunda

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Vaksinasi tahap II di Kabupaten Sumenep terancam ditunda. Sebab, sampai saat ini masih tercatat masih sekitar 4 ribu yang melakukan pendaftaran. Hal itu jauh dari target vaksinasi. Kondisi itu membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep meminta kepada semua pihak, terutama dari organisasi perangkat daerah (OPD),untuk segera mendaftar dalam program vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono mengatakan,untuk  data yang masuk masih 4 ribu lebih. Masyarakat diharapkan mendaftar, semua pendaftar harus sesuai dengan kriteria yang ada. Pelaksanaan vaksinasi tahap II akan segera dilakukan, sementara jumlah pendaftar masih jauh dari target yang ada.

“Jika dibandingkan dengan pelaksanaan vaksin tahap pertama seharusnya lebih banyak daripada tahap 2,” katanya, Senin (22/02/2021)

Dia menambahkan, saat ini masih tahap pendataan. Cara mendaftar OPD mengajukan dan akan tercover pada Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertahanan (Pusdatin). Pendaftar bisa dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan wartawan.

“Masih proses pendataan mas, nanti data valid akan diumumkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sumenep Kusmawati mengatakan, jumlah pendaftar vaksin tahap II sangat sedikit. Menurutnya, pendaftar saat ini tidak ada kejelasan. Masyarakat enggan mendaftar, utamanya di lingkungan OPD.

“Kami tidak bisa menekan OPD. Sebab, OPD selevel dengan dinkes. Jadi, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” paparnya.

Dia mengatakan, akhir Februari atau awal Maret akan dilakukan vaksin tahap kedua. Sasarannya mencakup petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

“Vaksin tahap kedua akan dilakukan untuk melindungi dari bahaya berbagai penyakit,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan data nasional sasaran vaksinasi tahap kedua sebanyak 38.513.446 orang. Rinciannya terdiri dari sekitar 21,5 juta, di antaranya warga lanjut usia dan 16,9 adalah orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik. Rencananya, vaksinasi akan ditargetkan selesai selama enam hari dengan jumlah sasaran sebanyak 55.000 pedagang. (imd/mam)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed