Sepi Penumpang, Bus yang Beroperasi Hanya 40 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LENGANG: Masyarakat sedang menunggu bus di Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep.

Kabarmadura.id/Sumenep-Meskipun Terminal Tipe A Arya Wiraraja Sumenep sudah dibuka, namun tidak semua bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan bus Antar Kota dalam Provinsi (AKDP) beroperasi. Dari 20 bus AKAP, yang beroperasi hanya 10 bus. Untuk bus AKDP, dari 90 bus hanya sebanyak 30 bus yang beroperasi. Dari total bus, hanya 40 persen yang beroperasi.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Arya Wiraraja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, tidak semua bus beroperasi lantaran sepi penumpang. Bahkan, terkadang bus hanya memuat 1 hingga 2 orang penumpang.

Bacaan Lainnya

“Penumpang saat ini sangat sedikit. Sehingga, bus AKAP maupun AKDP tidak seperti biasanya,” katanya, Senin (22//6/2020).

Dijelaskan, untuk muatan AKDP dari 55 kursi dibatasi hingga 25 penumpang. Meski demikian penumpang tidak pernah penuh dan untuk AKAP dari sebanyak 34 kursi, dapat memuat penumpang sebanyak 17 kursi, itupun tidak pernah penuh setiap harinya. Pembatasan ini berdasarkan surat edaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 41 Tahun 2020, di mana batasan jumlah penumpang ditentukan 50 persen.

Beroperasinya bus AKAP dimulai pada Selasa (9/6/2020), sedangkan bus AKDP pada Senin (8/6/2020) setelah PSBB Surabaya berakhir.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Agustiono Sulasno mengatakan,terminal sudah beroperasi. Namun, memang penumpang masih belum normal kembali. Harapannya, para penumpang harus mengikuti protokol kesehatan. Sebab, takut terjadi penularan Covid-19 lagi.

“Di saat wabah Covid-19 ini, para penumpang harus berhati-hati dalam menjaga kesehatan,” ujarnya.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dul Siam mengutarakan, dengan beroperasinya bus, baik AKDP maupun AKAP, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep seharusnya juga dapat mengimbau masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19. Hal ini mengingat di terminal kemungkinan terjadi kerumunan yang rawan terjadi penularan Covid-19. Selain itu, pemerintah harus memperketat penegakan protokol kesehatan agar tidak semakin banyak masyarakat yang terinfeksi Covid-19.

“Mudah-mudahan wabah Covid-19 ini cepat selesai agar aktivitas kembali normal,” pungkasnya (imd/pai)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *