oleh

Serap Informasi, Legislator Bangkalan Dicurhati RSUD Lebih Mahal dari RS Swasta

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Komisi D DPRD Bangkalan menginspeksi sejumlah puskesmas di Bangkalan. Langkah itu dilakukanlantaran adanya laporan bidan yang membawa rujukan pasien tidak sesuai dengan kewenangannya.Salah satunya menyarankan pasien bersalin dirujuk ke rumah sakit swasta.

Sebab, menurut Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan, puskesmas merupakan kepanjangan tangan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan. Sehingga harus diprioritaskan jadi rumah sakit rujukan.

“Makanya kami lakukan sosialisasi ini atas dasar keluhan dari masyarakat, bahwa para bidan terkadang bekerja atas dasar pesanan,” tutur Nur Hasan.

Bahkan usai kunjungi Puskesmas Senenan Bangkalan,Nur Hasan menegaskan bahwa bidan seharusnya tidak lagi merujuk pasien dari puskesmas ke RSUD.

Pria asal Galis, Bangkalan ini juga mengancam, jika bidan desa atau bidan kecamatan terbukti menggiring pasien dirujuk ke RS swasta,pihaknya akan merumuskan sanksinya.

“Akan kami rumuskan nanti sama Dinas Kesehatan terkait itu, kira-kira sanksi apa yang akan kami berikan, tapi yang jelas pasti akan ada sanksi tegas,” ancam Nurhasan tanpa dijelaskan lebih detail mengenai regulasinya.

Rombongan Komisi D DPRD Bangkalan itu sudah mengunjungi enam puskesmas dan telah mencatat informasi tentang keluhan dan kekurangan dari RSUD Syamrabu Bangkalan.Dari enam puskesmas yang sudah dikunjungi, Komisi D mendapat banyak catatan tentang keluhan terhadap RSUD.

Untuk itu, politisi PPP ini juga akan memonitoring RSUD dan menekan agar menarik biaya pelayanan lebih murah.

“Temasuk infonya kalau di RSUD katanya lebih mahal,” ucapnya setelah mendapat informasi dari salah seorang petugas puskesmas.

Sementara itu,Wakil Kepala Puskesmas Bangkalan Moh. Syafi’i mengatakan, kujungan rombongan Komisi D hari ini merupakan bentuk evaluasi kinerja tenaga bidan dan perawat.

“Kedepan kita tidak boleh ada penggiringan rujukan terhadap pasien. Kalau pasien mau dirujuk ke RSUD, silakan.Ke RS swastapun silakan, yang jelas bidan tidak boleh menggiring,” begitu janji Syafii.

Sebab, Syafi’i menambahkan, tugasnya hanya sebagai pelayan pasien, sehingga bidan ataupun perawat tidak boleh memaksakan pasien untuk memilih rumah sakit rujukan sesuai keinginannya.

“Jika nanti ada paksaan atau semcamnya dari bidan, maka hal itu akan kami klarifikasi dulu nanti,” tutupnya. (km59/waw)

Komentar

News Feed